Ruang Senandika

Ruang Senandika

  • WpView
    Reads 614
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Oct 11, 2021
Haloo halo sahabat wattpad, cerita ini hanyalah sebuah cerita, yang ku dapat dari banyak orang-orang disekitarku, mereka banyak bercerita dan aku mendengarkan. Dan jadilah Ruang Senandika ini, untuk mewakili semua isi hati kalian. Apa yang paling membuatmu takut? Hari esok, when no one cares, Kesepian, masa lalu, bangun pagi yang selalu terlambat, atau saat menjauh dari Tuhan? Kalau aku... Aku takut dengan sebuah jawaban yang terus datang dalam hidupku
All Rights Reserved
#40
temansejati
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Full Of Scratches
  • Stop It, Darka! [END]
  • 𝓐𝓷𝓽𝓪𝓰𝓸𝓷𝓲𝓼 𝓕𝓪𝓶𝓲𝓵𝔂
  • Diary Peri Keceriaan
  • Kenapa Harus Aku?! || Kim Sunoo [END]✓
  • My New Family
  • "Sebenarnya Apa Yang Kau Harapkan Dari Takdir?"  [END]
  • Perih Atau Bahagia[Completed]
  • Paket dari Tuhan

Jangan lupa vote yaaa! 🤗 Karena dukungan kalian begitu berarti buatku!🤗 ________________________________ Takkan pernah terbayangkan sebelumnya jika kehidupan yang digariskan oleh Tuhan ternyata se-pelik ini. Ia bahkan merasa masalah sangat senang menghinggapi dirinya. Ia hanya bisa berharap akan ada secercah cahaya yang membawa harapannya mengudara bersamaan dengan teka-teki dalam hidupnya dapat terpecahkan. * * * "Saya akan pastikan bahwa seluruh anggota keluargamu akan menanggung akibatnya! Saya bersumpah!!" _ "Manusia mana yang tidak takut mati?" _ "Sebelum pergi, aku hanya ingin mengungkap satu hal agar aku bisa pergi dengan tenang. Hal yang membuatku begitu penasaran setengah mati. Tolong izinkan aku ya tuhan... " _ "Aku hanya ingin tahu kebenaran seperti apa dibaliknya, bukan membuka luka lama. Karena bagaimanapun, luka sudah menjadi teman dalam hidupku sejak kejadian itu. Jadi, meski luka lama itu dibuka atau tidak, aku sudah terluka dengan hebat." _ "Terima kasih telah mengajarkan ku apa arti hidup itu. Aku tidak menyesal dan aku bahagia..." * * *

More details
WpActionLinkContent Guidelines