Nous avons mis à jour nos Directives du Contenu.
Consulte les dernières directives pour continuer à partager des histoires en toute sécurité.
En savoir plus 
Bait Bait Jiwa  [End] ✓

Bait Bait Jiwa [End] ✓

  • WpView
    LECTURES 659
  • WpVote
    Votes 241
  • WpPart
    Chapitres 30
WpMetadataReadTerminé lun., août 2, 2021
WpInfo
Poésie
Hai!! Bait- Bait Jiwa Ini adalah karya ku pertama ku dalam dunia per- wattpad'an murni dari pikiran dan jemari ku yang beradu cantik dengan keyboard Di landasi dengan pemikiran unik Dinaungi oleh sebuah perasaan Dan dirangkai dengan kata-kata Bila salah di mata dan pemikiran Izinkan kata maaf sebagai perwakilan Merunduk seraya memohon Dan bangkit seraya ingin melanjutkan yang menjadi keinginan Bait- Bait jiwa Adalah secuil perasaan yang ku balut menjadi sebuah rangkaian puisi Ada tawa, sedang, sedih, ataupun mengenang di dalamnya Semoga kalian suka Salam dari penulis amatir Lisdianaira
Tous Droits Réservés
#3
bukanpuisi
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • "ARGON" Untukmu Bidadari Hatiku
  • ARLANDIRA (TAMAT)
  • DAMIAN
  • untuk seseorang yang pernah ku langitkan namanya
  • ROMANSA KATA
  • Marriage With Mr. Sehun [SehunYura] #BJPW
  • BAPER {SELESAI}
  • GILANG
  • TENTANGMU YANG PERNAH ADA
  • ABSURD QUOTES II

semua kisahku bermula saat pertama engkau hadir dihadapan mataku. wajah itu tak pernah hilang dari bayangan anganku. selalu menghanyut senyummu dalam kalbuku. semua kisah puisi hanya menggambarkan tentang keindahan dirimu. tak pernah bosan tanganku menulis untukmu. tak pernah lelah jemariku melukiskan indahnya parasmu. sinar mentari,tiupan angin,desiran rumput,kemersik daun,kicauan burung,gemercik air, bag menggambarkan pesona indah parasmu. alunan seruling bambu,senduh dentingan gitar, terus mengiringi merdu suaramu dalam relung hatiku. tak pernah lupa selalu terngiang dalam kepalaku " bang Ar!". setiap saat, setiap hari, aku berusaha selalu ada untukmu. menjagamu sekeras apa pun, membimbingmu sejauh apa pun, menuntunmu sesulit apa pun. bagai sepasang merpati yang selalu terbang beriringan, bagai sepasang kelinci yang selalu melompat bersamaan. namun, aku hanyalah akar untukmu. yang menopangmu, menjaga agar kau tetap berdiri.namun, aku hanyalah aliran air untukmu. yang menjadi wadah untukmu berenang semakin jauh. senyummu adalah bahagia untukku, namun tangismu bukanlah sedihku. karena aku harus kuat untuk membuatmu tersenyum sepanjang hari. hingga kau melantunkan suara merdumu "bang Ar!". namun, bagai dentuman guntur di siang bolong, bagai derasnya hujan di panas terik. semua berubah karena ke egoisanku. karenaku, bunga yang indah mekar kini layu dan gugur. karenaku, angin sepoi peniup melodi kini menjadi badai topan yang ganas. yang tinggal hanya dentingan pedang yang beradu, hanya desingan peluru yang memburu. saling membekas luka, menyayat sembilu dalam relung hati. menjatuhkan merpati, membinasakan kelinci, menumpahkan darah di sepanjang perjalanan yang tersisa. kini hanya ada akar tanpa pohon, air tanpa ikan, dan selembar kertas putih. kini yang terbakar hanya amarah yang mengatakan "tolong jauhi aku!".

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu