We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Why?
  • WpView
    Reads 40
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Oct 5, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Hidup sebagai remaja bukanlah hal mudah. Terlebih dengan adanya stigma dari mereka yang "katanya" sudah pernah berada di fase remaja. Katanya, "Jadi remaja mah enak, hidupnya bebas dan nggak ada beban". Nyatanya, remaja sebagai sosok peralihan dari kanak-kanak menuju dewasa itu hidup dengan labilnya. Semua persoalan satu persatu mengetuk pintu kehidupan para remaja dan singgah hingga berubah menjadi kawan. Disaat itulah kasih sayang, kepercayaan, pengkhianatan, kejujuran dan segala macam bentuknya saling berlawanan. "Run, kenapa sih lo nggak jujur aja?" "G-gue takut..." "Iya, lo takut gue bakal ngerebut apa yang lo punya kan?"
All Rights Reserved
#606
aruna
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Loving Like The Sun
  • Kanvas Merah
  • Untuk Oreo dan Kamu [OG]
  • 𝐓𝐢𝐭𝐢𝐤 𝐓𝐞𝐦𝐮 || 𝐎𝐧 𝐆𝐨𝐢𝐧𝐠
  • Tentang Kita
  • About Time
  • Sefrekuensi {ON GOING}
  • GRIZLEN {On Going}
  • Langit Setelah Hujan [END]

Kristal hanya ingin hidup seperti remaja lainnya-bebas, tertawa, dan mencintai. Tapi alergi dingin dan bayang-bayang masa lalu menjebaknya dalam dunia yang sempit. Ibunya terlalu protektif. Mimpinya terlalu jauh. Hidupnya terlalu sunyi. Lalu datang Elvaro. Cowok menyebalkan, penuh masalah, tapi punya satu hal yang tak bisa Kristal tolak: cahaya. Terjebak dalam proyek podcast kampus, mereka terpaksa berbagi waktu, ruang, dan cerita. Lambat laun, Kristal menyadari... bahwa terkadang, matahari bisa menyinari bahkan dari balik awan luka. Namun, saat hatinya mulai hangat, masa lalu pun ikut mendekat. Elvaro menyimpan rahasia besar-yang bisa meruntuhkan semua yang Kristal bangun dengan susah payah. Dan kini, di titik perpisahan dan pilihan... Kristal harus belajar mencintai, bukan dengan rasa takut, tapi seperti matahari: hangat, tulus, dan tetap bersinar-meski segalanya belum pasti.

More details
WpActionLinkContent Guidelines