Bittersweet Memories

Bittersweet Memories

  • WpView
    reads 201
  • WpVote
    Stemmen 117
  • WpPart
    Delen 4
WpMetadataReadLopende
WpMetadataNoticeLaatst gepubliceerd don, nov. 5, 2020
WpInfo
Fictie
Romantiek
Hanya cerita hidup dari seorang Verana Audrey Sanjaya. Cewe tomboi super mellow yang penggila tempe goreng dan sambal kecap lengkap pake bawang. Cita cita mau buka cafe sendiri supaya dia bisa mengembangkan varian dari menu tempe. Biar jadi booming dan digilai sama anak- anak muda yang sekarang disebut anak milenial katanya. Dihantui mimpi mengerikan yang sama berulang kali selama bertahun- tahun adalah hal yang menakutkan. sedangkan dihantui Septa Sukiyanto adalah hal yang paling menyebalkan dan selalu berhasil menguras seluruh emosinya. "Kepala gue suka ngebul kalau liat si Sukiyaki!". ucap Vera kepada Alea. Jadi Siapa sih Septa Sukiyanto? Dan mimpi seperti apa yang menurut Vera itu mengerikan? Warning! Hak cipta dilindungi undang-undang. Note : Tolong hargai penulis dengan tidak menjiplak hasil karyanya. Terimakasih.
Alle rechten voorbehouden
#186
bittersweet
WpChevronRight
Word lid van de grootste verhalengemeenschapOntvang persoonlijke verhaal aanbevelingen, sla je favorieten op in je bibliotheek en geef commentaar en stem om je gemeenschap te laten groeien.
Illustration

Je bent misschien ook geïnteresseerd in

  • When his name is
  • Sampai Kita Jadian - Love on Repeat
  • Butterfly Effect
  • The Rainy Nights (END)
  • SAGARA [ON GOING]
  • WHY?
  • Rumah Tanpa Atap
  • G A L E N ( END)

sinopsis: "Aku milikmu, ingat itu." Aku bertemu dengannya-dan saat menatap matanya, semua luka lama terasa seperti baru kemarin. Kami bukan orang asing. Kami adalah dua jiwa yang pernah saling memiliki, lalu membuang ribuan kenangan dan mimpi seakan semuanya tak berarti. His name is Benedictus. "Dia adalah masa laluku... dan juga yang terakhir bagiku," ujar Angelz saat bicara pada Chris-teman yang selama ini diam-diam mencintainya dari kejauhan. Chris tahu, cintanya mungkin tak akan pernah terbalas. Bukan karena dia tak cukup baik, tapi karena bayangan masa lalu Angelz terlalu kuat untuk dilupakan. Lalu, ketika masa lalu dan masa kini bertabrakan, akankah Angelz tetap memilih luka yang familiar... atau cinta yang diam-diam tumbuh dengan tulus? ________________________________________ prolog: Aku lupa kapan terakhir kali memeluknya-mungkin saat langit masih tahu cara bersinar di mataku, sebelum semua berubah jadi abu-abu. Dia berdiri di depan ku sekarang, seperti mimpi buruk yang kembali mencari tempat tinggal. Tapi bukan karena aku takut... aku hanya belum siap mengingat betapa dalamnya luka yang pernah kami ciptakan bersama. Namanya Benedictus. Dan sekali lagi, dunia menuntunku ke arah yang selama ini ku coba lupakan. "Angelz," suaranya tak berubah. Aku menunduk. Karena sekuat apa pun aku menyangkal... sebagian dari diriku masih miliknya.

Meer details
WpActionLinkInhoudsrichtlijnen