Shiva Nabila

Shiva Nabila

  • WpView
    Membaca 78
  • WpVote
    Vote 8
  • WpPart
    Bab 3
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sab, Mei 3, 2025
Butuh satu detik untuk jatuh cinta, tapi butuh satu tahun setengah untuk bisa menggenggam tangan yang sama. Rizki nggak pernah percaya cinta pada pandangan pertama-sampai dia lihat Shiva Nabila di koridor sekolah. Cewek dingin, pendiam, dan penuh rahasia itu berhasil bikin hati Rizki berdebar cuma dengan satu tatapan. Tapi cinta nggak semudah itu. Ditolak berkali-kali, dianggap cuma teman, bahkan diabaikan, Rizki tetap bertahan. Bukan karena dia bodoh, tapi karena dia yakin... Shiva adalah rumahnya. Selama satu tahun setengah, Rizki berjuang keras. Dan ketika hati Shiva akhirnya terbuka, cerita mereka baru saja dimulai. Tapi masa lalu nggak pernah benar-benar pergi. Rahasia, luka, dan keputusan pahit akan menguji cinta yang sudah diperjuangkan dengan segenap hati. Apa cinta saja cukup untuk membuat mereka tetap bersama? Atau ada hal yang bahkan cinta pun nggak bisa sembuhkan?
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#787
comingofage
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • TOO MUCH (Tamat)
  • I AM YOURS    [ TAMAT ]
  • HURTBEAT (COMPLETE)
  • It Was Always You
  • Unspoken Love (Tamat)
  • Seperti Dulu
  • Melangkah Tanpa Ragu
  • SUGAR SUGAR LOVE (TAMAT)

Why aku harus menjalani rentetan kesialan? Tidak bisakah aku sekadar bernapas tanpa perlu mencemaskan apa pun? Mengapa aku harus melanjutkan hidup sebagai karakter bodoh yang faaaaake banget, sih? Orang lain pasti mampu mengambil alih jalan cerita dan mencampai puncak kesuksesan. Namun, aku tidak begitu. Jangankan merancang rencana memperbaiki ekonomi, sekadar berusaha leher tidak kena tebas tokoh penting pun sulit! Aku bermaksud memperbaiki hubungan dengan tokoh penting. Barangkali semua masih bisa kuperbaiki sekalipun mustahil. Namun, lupakan saja! Bukannya penerimaan baik yang kuterima, justru ancaman mati konyol terpampang jelas di hadapanku. Oke, baiklah~ Aku menyerah! Selamat tinggal! Kalian, tokoh penting, ingin membenciku? Silakan saja. Bencilah diriku sepuas hati. Semua tokoh di sini sinting! Bila hidup memberiku lemon, cukup lempar lemonnya ke musuh. Beres!

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan