Shiva Nabila

Shiva Nabila

  • WpView
    Reads 78
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 3, 2025
Butuh satu detik untuk jatuh cinta, tapi butuh satu tahun setengah untuk bisa menggenggam tangan yang sama. Rizki nggak pernah percaya cinta pada pandangan pertama-sampai dia lihat Shiva Nabila di koridor sekolah. Cewek dingin, pendiam, dan penuh rahasia itu berhasil bikin hati Rizki berdebar cuma dengan satu tatapan. Tapi cinta nggak semudah itu. Ditolak berkali-kali, dianggap cuma teman, bahkan diabaikan, Rizki tetap bertahan. Bukan karena dia bodoh, tapi karena dia yakin... Shiva adalah rumahnya. Selama satu tahun setengah, Rizki berjuang keras. Dan ketika hati Shiva akhirnya terbuka, cerita mereka baru saja dimulai. Tapi masa lalu nggak pernah benar-benar pergi. Rahasia, luka, dan keputusan pahit akan menguji cinta yang sudah diperjuangkan dengan segenap hati. Apa cinta saja cukup untuk membuat mereka tetap bersama? Atau ada hal yang bahkan cinta pun nggak bisa sembuhkan?
All Rights Reserved
#892
comingofage
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BYE, MANTAN! (TAMAT)
  • Seperti Dulu
  • Unspoken Love (Tamat)
  • TIMELESS CRUSH (REVISI)
  • Rumah Lira
  • Rasa&Rahasia (Masih Berlanjut)
  • Setelah Perpisahan
  • Melangkah Tanpa Ragu

Suamiku tidak mencintaiku, saudari seayah beda ibuku ternyata seekor ular beracun, dan hidupku tidak baik-baik saja. Bahkan suami antagonis dalam sinetron murahan pun jauh lebih baik daripada suamiku yang membuatku sakit, sekarat, lalu mati. Benar-benar kurang ajar! Barangkali semesta menaruh simpati terhadapku hingga memberiku kesempatan kedua. Aku kembali ke masa sebelum terjerat pernikahan konyol dengan mertua yang sifatnya mengalahkan ibu tiri dalam serial picisan. Mengejar cinta suamiku? Humph! Mimpi! Aku tidak peduli dengan keluarga maupun suamiku. Kuputuskan meninggalkan mereka, menyepi ke pinggiran kota, dan membangun kehidupan baru yang ideal bagi orang sepertiku. Namun, memang dasar setan! Mereka masih saja mengganggu dan berharap aku akan bersedia mengorbankan kebahagiaanku demi sesuap kasih sayang semu! Sialan! Jambu! Beri aku ibu peri! Sekarang! "Mau jadi menantuku, Sayang?" Tetanggaku, seorang nenek mencurigakan yang mungkin saja penyihir, menawarkan cucunya kepadaku. Memangnya apa yang bisa kulakukan? Tentu saja menerima pernikahan tersebut! Dengan begitu mantan suami dan mantan keluarga yang berengsek itu takkan bisa menyentuhku. Jenius! "Sayang, yuhuuuuu! Aku datang!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines