Our love

Our love

  • WpView
    LECTURES 594
  • WpVote
    Votes 396
  • WpPart
    Chapitres 9
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication sam., oct. 10, 2020
Inilah kisah ku dengan hidup yang penuh dengan pukulan, tamparan cacian dn siksa an lain nya. mereka menuduh ku telah memfitnah adik ku sendiri, bahkan Ayah ibu ku saja tidak percaya denganku. Aku tidak mempunyai siapa² kawan?,sahabat? apalagi kekasih sahabatku saja tidak punya. mereka semua menjauh dari diriku karna kejadian itu, berita fitnah itu disebar oleh kakak kandungku. semua perhatian ayah ku hanya kepada verra kakak kandungku. apakah aku egois jika menginginkan itu semua? aku juga butuh kasih sayang dan perhatian kalian seperti dia. Berkarya lah hasil sendiri, bukan plagiat dari orang lain okeee!! [ INI CERITA MURNI! ] [Moon maap jika ada typo disetiap part] HAPPY READING!!!!
Tous Droits Réservés
#31
lara
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Hate Me Past, Not Now
  • SECRET OF SYERA (ON GOING)
  • Bumi & Takdirnya
  • COMPLICATED || END
  • Limerence
  • 𝐓𝐞 𝐀𝐦𝐨 : ARKAYLA [PROSES REVISI]
  • Laksana [END]
  • Cakra's Last Embrace. | End |
  • Alur Kehidupan [REVISI]

Kegilaan ini terjadi begitu saja, saat keluarganya memaksa Lara pulang untuk mengeklaim warisan yang di tinggalkan oleh orang tuanya karena meninggal akibat kecelakaan. Itu semua di luar prediksi, teman Lara pun kaget Karena wanita itu malah berpesta liar di bar bahkan sebelum seminggu kematian orang tuanya. "Lo bener-bener gila!" Lara, "I'am." "Lo kesini cuman ngambil warisan, dan lo gak keliatan berduka. Gak usah jauh-jauh berduka, lo bahkan gak repot ngedrama sedih di pemakaman. Lo--ah! Ini bikin branding lo jelek dimata semua orang," "Gue bukan owner skincare!" "Out of the topic, bitch!" "I don't fucking care, pusing amat mikir reputasi. Gimanapun gue, gak ngaruh juga, they still hate me. Jadi percuma pencitraan, yang ada rugi tenaga gue!" "Durhaka banget jadi anak, gitu juga orang tua lo!" Lara tidak peduli, kembali meminum sloki di tangannya, "Anak mereka 'Dia' doang, sejak kapan gue jadi anak. Jadi, stop gue gak mau bahas apapun lagi, it's time to party!"

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu