The Path We'Ve Seen

The Path We'Ve Seen

  • WpView
    Reads 28
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Sep 15, 2020
Sekali lagi, Kinara Rumi harus menerima kenyataan pahit bahwa kekasihnya berselingkuh dengan perempuan lain. Ia memergoki mereka ketika tengah bercinta di kantor yang sepi. Ia berhak membunuh mereka jika ingin, namun Kina bahkan tidak menunjukan emosi apapun. Kina melepaskan mereka pergi begitu saja. Seperti pemangsa yang tak pernah lapar, atau pemangsa yang bahkan tak pernah tertarik pada buruannya. Kina dikelilingi orang-orang baik. Ketiga sahabatnya yang super heboh. Serta atasannya yang baik dan tampan. Kina membaur dengan baik, namun tidak pernah benar-benar membuka diri. Bahkan hingga akhirnya perlahan Bara mencoba memasuki kehidupan Kina yang dingin dengan seluruh kehangatan yang dibawanya, Kina sama sekali tak pernah bergeming. Seakan jiwanya tertinggal jauh di suatu waktu yang tak bisa tergapai. Sampai mereka semua mengerti, bahwa Kina memiliki alasan yang lebih dari cukup untuk menjadi dirinya saat itu. Kini pilihan berada ditangan orang-orang di sekeliling Kina. Namun gadis itu tak pernah meminta mereka untuk tetap tinggal. Warning. Cerita 21+ Tolong dengan sangat bijak membacanya. Terima kasih. ^^
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Like The Angel
  •  SEETHE - Never care who's her, just know that you loved me, Sir.
  • Kiss With My Uncle | Sin #3 ✓ TAMAT
  • Sebelum Pelukannya Membuatku Tertidur
  • KINARA
  • SOUL.MATE = Don't Wanna Be Just Friend
  • Perfect Love for Imperfect Things (SELESAI)
  • Bagaimana hari ini? (END)

21++ Bibirnya berwarna merah darah, rambut kuning nya mengkilap dibawah mentari. Kulitnya seputih deburan salju yang turun dari atas awan dan matanya pun berwarna abu-abu bening seperti air yang tidak akan pernah berhenti mengalir. rambutnya yang tergerai indah dihembus angin malam, matanya yang buat mencari-cari kemana sosok pria besar itu berada. saat matanya tertuju pada suatu makluk yang tidak dapat dia terima bagaimana bentuk dan postur tubuhnya. akhirnya mulutnya yang mungil mulai tergagap-gagap akan apa yang dia lihat. "Aaaaaaaaaaaa!!" pekikannya berbunyi melengking. kakinya berlari sebisa mungkin menghindari makluk yang dia lihat. dia berlari tak tentu arah matanya terus mencari kemana jalan keluar yang tepat. Bruuukk...!!!! tubuhnya terhempas dengan cepatnya ke tanah. matanya berkunang-kunang memikirkan apa yang baru saja terjadi padanya. Apa yang baru aku alami adalah sepenggal an kisah yang akan aku ceritakan sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines