LARAsati

LARAsati

  • WpView
    Reads 24
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Sep 18, 2020
📥Cover Source: Pinterest and Canva _______________________________________ Keluarga yang sempurna? Tidak ada keluarga yang sempurna, bodoh! Roda konflik permasalahan dan perasaan terus berputar, seiring dengan tumbuh usia keluarga itu--menangis, bahagia, sedih, disayangi, diacuhkan, disanjung, dan sebagainya. Semua itu hal yang biasa terjadi di lingkaran keluarga, satu-satunya cara menguatkan diri hanya dengan membatasi diri dan sewajarnya akan perasaan yang melingkupi di setiap momentum. LARAsati Jalan kehidupan lara, dimana seorang gadis remaja dapat mengerti dan mengetahui semua ke fana-an dunia dan macam-macam karakteristik sifat manusia, yang dapat membentuk dirinya menjadi pribadi kuat dan samar tak tersentuh.
All Rights Reserved
#40
asing
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Juan [REVISI]
  • Why Him? [COMPLETED✓]
  • Nayara [ TERBIT ]
  • SENANDIKA [ON GOING]
  • I Will Change My Fate | By: soraya || Rora & Jungwon
  •  ANATHA
  • DANADYAKSA
  • Family Line
  • Paradise

Ini bukan kisah romansa dimana si pangeran sekolah jatuh cinta dengan primadona sekolah, bukan pula kisah si badboy yang jatuh cinta dengan seorang gadis polos, apalagi kisah si tukang bully yang jatuh cinta dengan korbannya. Sekali lagi ku ingatkan, ini bukanlah kisah romansa remaja masa kini. Kisah ini hanyalah perjalanan hidup seorang remaja dalam menjalani hidupnya. Ini kisah seorang remaja yang mencoba bertahan di tengah kerasnya dunia, dimana ketidakadilan benar-benar nyata. Cerita ini penuh dengan diskriminasi terhadap ia yang tidak 'sempurna'. Tentang mereka yang terjebak dalam nerakanya dunia. Tentang segala luka dan tangisan yang teredam. Tentang ketidakadilan yang ia rasa, sebab keadilan hanya milik mereka yang 'berpunya'. Kisahnya tidak berhenti di sana, sebab masih banyak luka yang akan ia rasa. Mereka yang ia harapkan dapat menyembuhkan luka, nyatanya hanyalah pemberi luka paling banyak. Ia hanya berharap hadirnya dapat diberi kasih, tapi bagaimana bisa jika hadirnya saja tak pernah diharapkan. Karena ia adalah hadir yang membawa luka. Jangan pikir bahwa ia tak pernah melawan, karena nyatanya, ia akan selalu melawan meski perlawanannya tak pernah membuahkan hasil. Sebab keadilan bukanlah miliknya. Memangnya apa yang bisa diharapkan di dunia ini? Jika memang masih ingin bertahan, maka jangan terlalu berharap kepada seseorang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines