Elide ✔️

Elide ✔️

  • WpView
    Reads 5,943
  • WpVote
    Votes 1,177
  • WpPart
    Parts 38
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Dec 16, 2020
Elide; to leave out or omit Tidak semua hal berjalan sesuai harap. Tidak harus seperti itu. Dia berpikir, dirinya akan menjadi makhluk paling egois apabila menginginkan hal yang melebihi batas kemampuannya. Kadang-kadang tak jarang dia justru terperangkap pada labirinnya sendiri. Sebuah sekat yang mengharuskannya untuk tahu diri bahwa segalanya telah cukup untuknya. Dan akan jauh lebih baik lagi, dia menetap di sana, selama yang ia bisa. Lantas... adakah yang ia inginkan? Tidak! Harapannya telah pupus sejak lama. Semenjak perpisahan itu tiba, menciptakan keterasingan antara mereka. Masa membuat keduanya tinggal di tempat berbeda. Dan ketika mereka bersua, akan ada banyak yang hendak ia bagi. Menjadikannya mulai berharap, satu asa yang mendorongnya agar keluar dari jerat yang dirinya buat. Sebuah rasa... rasa yang memberontak-gairah hidup.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • You Are My Sunshine ✔️
  • Expectation Of Love (Vrene - Book II)
  • PARADIGMA
  • Meraki; The Art of Loving You [Seokjin x Jungkook x Taehyung]
  • Intoxicating Disaster
  • OUR HOME [JUNGHWANXDOYOUNG] 🔞
  • Chamomile ✔ [Banginho ft. Seungmin]
  • 30 DAYS
  • THE TRUTH ABOUT FOREVER [TAEJIN VER.] ✔
  • SOMEHOW (DAY6 Fanfiction) [COMPLETED]

Hidup bagiku adalah sebuah kutukan. Tidak kumengerti kenapa orang menghargai kehidupan. Mati. Itu yang aku inginkan. Karena bagiku, kedua hal itu tidak jauh berbeda seperti yang kujalani sekarang. Apakah kematian jauh lebih baik dari kehidupanku? Namun semua berubah ketika aku bertemu denganmu. Kau mengenalkanku apa itu 'hidup', mengenalkan aku realita. Hidup dengan topeng bukanlah hal yang kuinginkan. Dan kau membantuku membuka 'topeng' itu... Menjadikanku apa adanya, membuatku mengenali siapa diriku sebenarnya. Bagai mentari, kau memberikan aku kehangatan yang tidak pernah kurasakan sebelumnya, menyinari ruang gelapku lewat celah kecil dan menyelinap. Membuatku menyadari masih ada harapan, ... untuk bisa menjalani hidup. Untuk itu, Terima kasih, ... dan maaf... Jika akhirnya aku mencintaimu. "Hidupmu bukanlah suatu kesialan. Hidup adalah anugerah yang harus kau syukuri. Hidupmu berharga, dan kau pun berharga. Orang lain akan mencintaimu, jika kau mencintai dirimu sendiri." Begin [27-10-2018] Ending [5-1-2019]

More details
WpActionLinkContent Guidelines