Obfuscate ~Novel Version~

Obfuscate ~Novel Version~

  • WpView
    Reads 70,586
  • WpVote
    Votes 8,486
  • WpPart
    Parts 22
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Dec 31, 2021
Kuharap mataku berwarna biru, rambut hitamku berubah warna dan masih banyak keinginanku yang belum tercapai. Salah satunya memiliki hatimu. Jika boleh aku meminta, aku akan berdoa agar dilahirkan menjadi gadis licik. Yang bisa dengan mudahnya... membuka hatimu yang tertutup. "Apakah takdir yang kejam itu akan terulang, karena jiwa yang sama terlahir kembali? Apa ternyata takdir itu akan menemukan akhir yang baru, yang entah berakhir bahagia atau mungkin lebih kejam dari sebelumnya." ※ Versi novel chapter 25 untuk Obfuscate (Webtoon Canvas) Dipublikasikan karena saya tidak yakin Obfuscate di webtoon akan update dalam waktu dekat.
All Rights Reserved
#470
witch
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ILHAM UNTUK MELLY [SELESAI]
  • RIE [Rewritten]
  • TIME will TELL {On Going}
  • Free Lady : Alternis Time
  • Excessive Obsession
  • Lulu
  • I WAS BORN TO BE ALONE [END]

Romance-spiritual Ambil baiknya buang buruknya, yah Boleh banget kalau mau Follow akun Wattpad ini kok. Kalau berkenan mampir juga ke Ig : @nr_aida28 ****** "Jika Tuhan telah menciptakan kamu untuk saya, kamu bisa apa?" Ilham Bagaswara ****** Kehidupan ini penuh dengan teka-teki yang sulit di tebak akan seperti apa makna dari teka-teki tersebut. Kehidupan ini juga seperti bermain dalam terowongan waktu yang entah sepanjang apa penghujung lorong terowongan itu. Semakin menelusuri semakin membawa kita pada akhir permainan yang tanpa sadar kita bermain didalam lingkar takdir. Rumit? Tentu saja rumit, tapi jika di telisik lebih dalam, takdir yang telah tergariskan tidak lah rumit. Ini hanya tentang bagaimana kita bisa menerima apa yang telah menjadi ketetapan takdir didalam hidup kita. Ikhlas kah kita? Semakin kita menapik, maka kebahagiaan akan pergi. Tidak, bukan pergi. Melainkan kita lah yang tidak menginginkan bahagia itu. Allah tahu apa yang terbaik untuk hamba-Nya, bersabar dan hadapi lah. Perlahan dengan seiringnya waktu teka-teki yang selama ini membelit akan terpecahkan. Rahasia yang tertutup rapat akan terjelaskan. ****** Kamu tidak bisa mengubah garis takdir yang telah Tuhan tetapkan untuk mu. Meski kamu terus berlari sejauh mungkin dari takdir, tetap saja takdir akan selalu menyertaimu. Seperti bayangan. Hanya ada dua pilihan, menerima atau terus berlari. ~kamu tidak akan pernah bahagia bila kamu sendiri menolak untuk bahagia~Sofiatul Mellyana ****** Don't Copy My Story!! Berani plagiat, harus siap tanggung jawab di akhirat kelak. Copyright ©2020 NrAida28 Publish : 12 Oktober 2020 Finish : 17 Februari 2021

More details
WpActionLinkContent Guidelines