New Taste...

New Taste...

  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Sep 16, 2020
Aku.... Yang tidak punya siapapun di dunia ini.. Aku akan berusaha keras agar aku berguna untuk mereka. Aku baik-baik saja atas semua perlakuan mereka padaku. Akan ku lakukan apapun... Jadi jangan membuangku. Tapi ternyata harapan kecil itu tak bisa ku wujudkan. Aku di buang. "Sekarang aku harus apa?... " "IBU!. " Hah?? Aku belum punya anak!. "Tinggal saja di sini. Temani aku.. " Aku tak tahu apa aku pantas atau tidak, tapi perlahan-lahan hal baru terus datang kepadaku. Aku senang. Aku ingin berharap, tapi aku tidak boleh terlalu serakah seperti dulu. Jika tidak ini akan berakhir seperti waktu itu. Aku hanya akan menjaganya... Setidaknya sampai ibunya kembali.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Angel To Raya (END)
  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • Suarasa
  • sraddah (on going)
  • Hai, Kak! (END)
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • ALVIN (On Going)
  • Become Baby Boy✓
  • SELEPAS KAU PERGI (END)
  • Meaning Of Love (End)

Cerita ini menceritakan tentang wanita yang di nikahi bukan karena CINTA melainkan harapan. Ya, harapan akan sesosok malaikat kecil yang di impikan untuk melengkapi sebuah bahtera rumah tangga. Raya, nama yang menjadi kandidat Indra untuk calon ibu dari bayinya kelak. Bayi yang akan melengkapi kisah kasih pernikahannya dengan Maya wanita pemilik cintanya. Sementara itu Raya selalu menganggap Indra seperti Angelnya. Orang yang memberinya harapan baru dengan janji. Janji yang tak pernah ia tepati. Lalu apakah Raya akan menerima Indra? Apa selamanya ia hanya akan di jadikan yang kedua? Atau mencari Angel yang lain?? "Mengapa kau melamarku?" tanyaku menatap pada lelaki di depan. Lelaki yang sebulan lalu berhasil mengisi hatiku. Bahkan, sampai sekarang pun masih. "Aku telah mengatakannya, istriku yang memintamu. Ia ingin memiliki seorang anak dan ia tahu ia tak bisa memilikinya sendiri." "Maksudmu aku hanya kalian anggap sebagai sapi perah, begitu?" tanyaku sinis. "Tidak, tidak Raya. Tentu saja tidak." "Apa kau mencintaiku?" tanyaku mengalihkan topik. Sekilas aku melihat Indra menegang sebelum dengan cepat ia kembali menguasai diri. "Maaf, aku tidak mencintaimu, mungkin belum. Tetapi aku berjanji akan mencintaimu. Bagaimana apa kau mau menjadi istriku?" * * * Huhuhu. Penasaran Raya terima Indra atau gak? Cus, langsung di kepoin aja. Udah END loh!:()

More details
WpActionLinkContent Guidelines