Infirmum
  • WpView
    Reads 152
  • WpVote
    Votes 60
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Oct 3, 2020
Tau ngga? Satu bintang dari kalian itu udah berharga banget:) Kita berjuang sama-sama ok? Saya hanya seorang amatir yang berjuang menjadi seorang pro:) Sekian:) Semoga suka:) [Jangan lupa follow yahhh, vote nya juga] Hanya sebuah ide seorang penulis amatir:) Infirmum artinya 'sakit' apa yang kau pikirkan setelah mendengar kata 'sakit' ? entah itu sakit fisik, mental juga batin. sakit. kata itu sudah tidak asing lagi bagi gadis ini. bahkan ia sudah mati rasa dengan kata itu. di benci. di caci maki. di pandang rendah. tak dianggap. hey? masih untung jika yang melakukan itu bukan orang terdekat. tapi apa bila jika dia adalah orang terdekat mu? cinta pertama mu? lelaki pertama dalam hidup mu? papa. kini dia hanya bisa diam, menanti titik terang di mana ia tidak bisa merasakan sakit lagi. ya. dia hanya re menunggu. Dan mencoba melakukan yang terbaik dengan senyumannya. Hello! welcome to my artificial world! :)
All Rights Reserved
#79
airmata
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Eliinaa
  • RAPUH!
  • Yang Terlupakan
  • 27 FEBRUARI
  • LUKA!
  • AUDREY
  • ANGEL (END)
  •  HAZELA
  • LOVE FOR BROTHER {END}
  • DEAR ANNA (LENGKAP)
Eliinaa

Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendengar kata 'Rumah' ? Tempat nyaman dipenuhi kehangatan? Tempat berlindung dari terpaan badai kehidupan? Pasti itu kan yang terlintas di benak kalian? Sayangnya, 'Rumah' yang ada di kehidupanku jauh berbeda dari semua itu. Kehangatan berubah menjadi kepedihan. Tempat yang seharusnya jadi tempat berlindung justru jadi tempat yang paling membuatku tertekan. Aku tidak iri, sungguh. Aku hanya ingin merasakan bagaimana rasanya ketika dipeluk oleh ayah dan ibu dengan penuh kasih sayang. Sarapan bersama ayah, ibu, kakak dan aku di pagi hari sambil tertawa ria karena masakan ibu yang gosong mungkin? atau jatuh dari motor saat sedang belajar mengendarainya lalu ayah akan datang dan membantuku berdiri, menenangkanku sambil berkata "Gapapa, ini biasa terjadi kok kalo lagi belajar, pernah dengar pepatah 'kamu nggak bakal bisa berdiri kalau nggak pernah jatuh' kan? Nah, kasus kamu sekarang sama kayak pepatah yang ayah bilang tadi." ? atau saat adzan tiba, ayah akan mengajak ibu, kakak dan aku untuk sholat berjamaah dengan ayah sebagai imamnya ? atau mungkin menjahili kakak yang sedang sibuk belajar lalu aku akan dihadiahi kejar-kejar an dan berakhir dengan aku yang terjatuh lalu menangis, kemudian ibu akan datang mengobati lukaku akibat aksi kejar kejar an tadi sambil mengoceh? Benar-benar keluarga impian bukan? Ya, benar, karena itu 'keluarga impian' maka itu hanya akan jadi 'mimpi' saja. Itu tidak terjadi di kehidupan nyata. Ya, mungkin ada, tapi bukan kehidupanku. Sekarang, rumah sudah tidak lagi menjadi tempat ternyaman dan penuh kehangatan seperti yang kurasakan dulu. Kini rumah hanya menjadi tempat berteduh dari panas dan hujan. Aku telah kehilangan, dan rasa kehilangan ini telah membuatku takut untuk memiliki.

More details
WpActionLinkContent Guidelines