Tetesan Hujan
  • WpView
    Reads 104
  • WpVote
    Votes 24
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Sep 17, 2020
WpInfo
Poetry
•Kumpulan puisi member LOI Hujan bukan hanya air yang menetes dari embun di langit. Memang terkesan sederhana, namun terkadang dapat mewakili perasaan seseorang juga lainnya. Memiliki begitu banyak manfaat bagi mahluk di muka bumi. Disaat awan hitam berkumpul, angin bertiup kencang, suasana yang dingin, juga rintik demi rintik jatuh membasahi disinilah sebuah kisah akan dimulai...
All Rights Reserved
#143
member
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kepada Langit [Terbit]
  • »The Love Behind Secrets!
  • Lemon Tea
  • Sedalam Samudera
  • Rain-A
  • Setelah Langit Berbisik (END)
  • Hujan [ PUISI ] ✔️
  • - Tahun Ke 18 - [Tamat]

Perasaan tak selalu datang dengan suara. Kadang ia tumbuh dalam diam, bersembunyi di balik tatapan yang tak pernah bertemu. Inilah kisah Nara. Seorang gadis yang hidupnya tenang, penuh pengamatan, dan menyimpan rasa yang tak terucap. Hari-hari Nara berjalan dalam ritme sunyi yang tak pernah benar-benar kosong. Dan seperti langit yang luas namun tak pernah bersuara, Nara menyimpan segalanya dalam dirinya. Awan-awan perasaan, cahaya harapan, juga gerimis yang turun tanpa aba-aba. Tapi sebagaimana setiap keheningan menyimpan potensi untuk menjadi suara, cinta yang diam pun menyimpan kemungkinan untuk berubah, menjadi keberanian, atau kehilangan. Karena langit pun tahu, meski ia diam, ia selalu bicara pada yang mau mendengar.

More details
WpActionLinkContent Guidelines