Tetesan Hujan
  • WpView
    Reads 103
  • WpVote
    Votes 24
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Sep 17, 2020
•Kumpulan puisi member LOI Hujan bukan hanya air yang menetes dari embun di langit. Memang terkesan sederhana, namun terkadang dapat mewakili perasaan seseorang juga lainnya. Memiliki begitu banyak manfaat bagi mahluk di muka bumi. Disaat awan hitam berkumpul, angin bertiup kencang, suasana yang dingin, juga rintik demi rintik jatuh membasahi disinilah sebuah kisah akan dimulai...
All Rights Reserved
#443
karya
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • TENTANG AWAN, HUJAN, dan BUMI
  • Kepada Langit [Terbit]
  • Sedalam Samudera
  • Lemon Tea
  • Bait-Bait Semesta
  • "Luka Dalam Senyuman: Kisah Nara"
  • Aku Pengamat, Terasingkan
  • Setelah Langit Berbisik
  • Langit Pemisah【END】[Sudah terbit]
  • ARUNA Dalam Diam, Aku Tumbuh

Banyak yang menyukai hujan karena ketulusan hujan pada bumi, ia selalu datang lagi pada pelukan bumi meski harus jatuh berkali-kali. Tapi setelah di pahami, ada yang lebih tulus dibanding hujan, tau ga siapa? yaitu awan. Karna awan mengikhlaskan hujan jatuh kepelukan bumi. Bisa kita bayangin kan sesusah apa awan buat ngelepas hujan. terkadang ketika kita mencintai seseorang dengan tulus, maka kita akan mengikhlaskan melepas ia level tertinggi mencintai adalah ketika kita rela ngelukai diri kita sendiri demi kebahagiaan dia.

More details
WpActionLinkContent Guidelines