The Devil Witch

The Devil Witch

  • WpView
    Reads 40
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 19, 2020
"Dikisahkan seorang putri bangsawan Groundes yang berusia 10 tahun, yang bernama Issabela Groundes.Ia dikenal dengan parasnya yang sangat cantik ,dan hidup menjadi seorang putri yang sangat baik, periang ,dan murah senyum. Ia memiliki keluarga yang sangat harmonis dan bahkan dijuluki keluarga yang sangat sempurna, dan satu satunya keluarga Bangsawan yang memiliki keturunan darah yang bercampur yaitu setengah darah manusia dan setengah darah penyihir, yang dimana keluarga tersebut memiliki kekuatan sihir yang sangat kuat dan paling diincar oleh manusia maupun penyihir lain. Tetapi kebahagiaan mereka hanya bersifat sementara. Sesaat seorang putri kecil yang sedang merayakan ulang tahunnya yang ke 10 tahun , dan disitulah kehancuranpun dimulai ,dan membuat seorang putri yang sangat baik menjadi sosok yang kejam dan sadis..., karena kejadian dalam satu malam yang tidak terlupakan. Akankah kehancuran tersebut bisa diatasi ataukah mungkin menjadi lebih buruk??"
All Rights Reserved
#272
witch
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Princess of Perseus
  • The Veil of the Elf Prince [ON GOING]
  • Penyihir Terakhir [ Buku 1 Puerro Series ] ADA DI GRAMEDIA
  • change the life of the evil princess [End]
  • Ziana Second Life (END)
  • INFIK Mira Journey
  • Sleeping Prince (TAMAT)
  • La Lune Attire ✓
  • Memory and Queen
  • The Miracle Of Crystals

Aula Aetherium bergema oleh napas lega, panji-panji tua menggantung seperti saksi bisu di atas sosok berlutut yang namanya telah berlari mendahului kebenaran, dan aku berdiri di antara mereka, menyaksikan para pemegang kuasa dan mereka yang percaya mengukuhkan keyakinan menjadi perayaan, seolah ketakutan dapat diakhiri dengan memenggal seorang manusia. Ketika algojo mengangkat pedangnya dan sebuah suara berbisik, "Dialah yang akan mengakhiri dunia ini," kata-kata itu jatuh ke dadaku bukan sebagai keadilan, melainkan sebagai restu untuk berhenti bertanya. Aku telah membaca lembar demi lembar masa lalu, menautkan jejak yang terserak, mengikuti kisah itu hingga semuanya menunjuk ke titik ini, namun pada saat sorak membumbung dan bilah pedang tertahan di udara, yang kurasakan hanyalah sunyi yang ganjil, kehampaan yang dingin, seakan kebenaran telah melintas pergi sementara kami sibuk menyepakati wujudnya. Lelaki itu tak menyerupai akhir, ia lebih tampak seperti jawaban yang disusun dengan rapi agar tak ada lagi pertanyaan yang perlu diselamatkan, dan ketika kerumunan menuntut darah, aku terlambat menyadari bahwa Aetheria masih runtuh di bawah keyakinan kami sendiri. Sebab apa pun yang benar-benar mematahkan dunia ini tak pernah berlutut di hadapan kami. Ia berdiri tanpa nama di antara sorak-sorai, tenang, tak terlihat, dan menang. Dan baru kelak kami mengerti, hari itu bukanlah awal keselamatan, melainkan saat ketika sesuatu yang jauh lebih sunyi akhirnya dibiarkan bebas.

More details
WpActionLinkContent Guidelines