Cika's Daily Life

Cika's Daily Life

  • WpView
    Reads 139
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 26, 2023
"Berani taruhan, nanti lo abis nikah sama si Bangke susah keluar rumah!" ucapan Giska seolah jadi mantra. Kisah Cika, tinggal di rumah super luas dengan taman bak kebun raya bogor juga bersama sang suami di usia pernikahan mereka yang baru hitungan hari. "Kamu gak boleh pakai celana pendek!" Cika melongo, "Aku pakai celana senam selutut ..yang, itu gak pendek..." timpal cewek itu berusaha membungkus amarah dengan suaranya yang ia paksa menjadi lebih lembut dari sebelumnya. "Bisa kamu dengerin aku sekali aja? Aku gak mau cowok lain liat kaki kamu." Satyar menggenggam tangan Cika sambil melepas tatapan lelah. "Ya udah..." Cika menghela napas. "Kamu pasti capek. Besok kalau aku ke indoalfa pake celana training longgar yg Adi*das deh." Sebetulnya Cika juga sudah bosan buat menepuk jidatnya setiap sang suami bertingkah. Tepukan jidat untuk sekali suaminya berulah. Itu baru satu, belum lagi hal lain yang membuat Cika puyeng. ■ Cerita ringan soal keseharian pasutri dadakan terutama kisah Cika yang menabung kesabaran untuk Satyar.
All Rights Reserved
#452
possessive
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ustadzah Assyifa✔️
  • Rented Wife
  • Angel To Raya (END)
  • (LENGKAP | SELESAI REVISI) Hello... Dudaku... (Sequel Off M.Gant)
  • Langkah baru bersama mu
  • My bastard husband
  • Silent, Please! (Re-up)

Jangan lupa follow sebelum baca..! Kisah seorang wanita yang begitu tegar menjalani ujian hidup yang mendera nya. Pernah mengecap manisnya pernikahan namun juga Pahitnya perceraian. Namun takdir Allah memang akan selalu berbuah manis bagi mereka hamba yang sabar. Karena pada akhirnya Dia akan di pertemukan dengan sosok Lelaki yang tepat. " Lalu bagaimana bisa Pernikahan di lanjut Jika mempelai Pria nya saja tidak ada..!" kata Pak Imron selaku ayah Syifa dengan gundah. Syifa hanya bisa meringis dalam pelukan Ibu nya. Sejak awal dia memang punya firasat tidak enak tentang perjodohan ini. Dia memang Janda tapi bukan berarti bisa dipermainkan seenaknya. " Tunggu dulu Pak Imron..!" Sergah Bu Nyai sambil tersenyum jumawa. " Daripada di batalkan, bagaimana jika kita lanjutkan saja pernikahan ini dengan mempelai Pria lainnya.. Yang Insyaa Allah jauh lebih baik dari Pria itu.." Syifa membelalakan mata nya tak percaya dan merasa ini adalah sebuah lelucon ketika dia dinikahkan dengan seorang Lelaki yang pernah menjadi anak didik nya sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines