Titimangsa Parasu

Titimangsa Parasu

  • WpView
    Reads 2,798
  • WpVote
    Votes 415
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 26, 2020
Kekhawatiran Lintang Abang terhadap cucunya, Parasu, kian terjawab. Parasu masih memendam dendam begitu dalam semenjak kematian kedua orang tuanya di tangan orang-orang Perguruan Mata Angin. Dendam yang sebenarnya terlalu berat untuk dipikul anak usia sepuluh tahun. Lintang Abang ingin membawa cucunya itu terus bersembunyi hingga prahara di Kediri berakhir. Ia berangan-angan nanti di suatu masa bisa hidup tenang dengan cucunya di pedesaan sembari bercocok tanam. Sesuatu yang sudah ia idam-idamkan dari dulu. Sejak sebelum Parasu lahir. Seusai Lintang Abang melewati berbagai tragedi, ia tak lagi bisa membedakan, siapa penjahat dan siapa pahlawannya. Ia berpikir tak perlu memusingkannya jika bisa menanggalkan kehidupannya sebagai seorang pendekar. Tapi, apakah Lintang Abang masih punya pilihan lain? VERSI LENGKAP DAN DETAIL SILAKAN BACA DI GOODNOVEL, TERIMA KASIH
All Rights Reserved
#59
superhero
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • Giwang
  • Dear My Eternal | NOMIN
  • Prambanan Obsession (END)
  • BAM || Betapa Aku Mencintaimu (End)
  • [END] WHAT WE HAVE PASSED TOGETHER?
  • Madness
  • Liann & Leonn [END]
  • ALEXANDRA ANJANI (ON GOING)

"Aku yang bakal bawa Dhega." "Kamu gila, Bayu? Kamu gak mikirin anak-anak? "Aku atau kamu yang gila? Aku atau kamu yang nggak mikirin anak-anak?" Sedari ia kecil sang ibu selalu memarahinya dengan alasan jika ia harus berguna dan tidak merepotkan orang lain. Ibunya yang selalu meremehkan hal-hal kecil yang ia lakukan, ibunya yang selalu mementingkan dan mengutamakan sang anak pertama. Dunianya kala itu harusnya hanya tentang bermain, malah ikut andil dalam permasalahan orang dewasa. Dan naasnya, ia harus melihat kedua orang tuanya yang memilih untuk berpisah. membuat dirinya harus ikut dengan sang ayah. Semesta Radhega yang tidak ingin melulu menjadi akhir, ia juga ingin menjadi yang utama, yang selalu diprioritaskan ibunya. "Begitu sulit menyuarakan luka, saat mereka terus-menerus mendesakmu untuk sempurna."

More details
WpActionLinkContent Guidelines