Selama ini, Aryla adalah matahari. Cantik, bersinar, dan semua orang berputar di sekelilingnya. Sejak SMP, ia hanya tahu satu skenario: lelaki datang, memuja, dan berjuang untuknya. Ia tidak pernah tahu rasanya menginginkan sesuatu yang tak bisa ia miliki. Baginya, cinta adalah kemenangan yang otomatis.
Namun, semua keyakinan itu runtuh saat ia bertemu Alan.
Alan adalah kutub utara-dingin, tak tergapai, dan anehnya, sama sekali tidak silau oleh pesona Aryla. Untuk pertama kalinya, jantung Aryla berderu bukan karena dipuji, tapi karena diabaikan. Penolakan Alan justru menjadi magnet yang menarik Aryla lebih dalam. Ia yang terbiasa dikejar, kini memilih untuk berlari mengejar.
Meski diabaikan berkali-kali, Aryla tidak berhenti. Namun, di balik dinding es yang dibangun Alan, tersimpan sebuah rahasia kelam yang sanggup menghancurkan hati siapapun yang mendengarnya. Sebuah rahasia yang menjelaskan mengapa Alan tak membiarkan siapapun masuk-termasuk Aryla.
Kini, Aryla ibarat benih dandelion. Ia tampak rapuh dan mudah terhempas, namun memiliki kekuatan untuk tumbuh di celah batu yang paling keras sekalipun. Ia memilih bertahan, meski ia tahu bahwa mencintai Alan mungkin adalah kekalahan paling indah yang pernah ia alami.
Young adult romance (sudah terbit bisa beli bukunya di shopee : De gibadesta)
#1 fiksi
|| "Mereka aneh, mereka memaksa, dan mereka menginginkanku. Tiga lelaki itu...yang sangat ingin kuhindari..."
-Annaqilla-
(17+)
Publish : 13/juli/2019
End : 8/Januari/2020