Carita Cinta Rahara

Carita Cinta Rahara

  • WpView
    Reads 156
  • WpVote
    Votes 38
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 1, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Cinta adalah anugerah dari sang kuasa untuk tiap-tiap makhluknya. Semua orang berhak untuk jatuh cinta tanpa perlu meminta izin pada siapa dia melabuhkan hatinya. Ternyata rasa cinta juga berlaku pada Aji dan Sania, sepasang makhluk adam dan hawa yang tanpa mereka sadari, masing-masing dari mereka mulai menumbuhkan bibit-bibit rasa. Takdir mempertemukan mereka di sebuah Universitas yang ada di London. Berasal dari negara yang sama, merupakan awal muka perkenalan mereka. Yang perlahan membesar menjadi sebuah rasa bernama cinta. Namun, perbedaan adat istiadat menghalangi jalan mereka. Aji, yang notabennya berasal dari suku Jawa. Dan Sania, yang berasal dari suku Sunda. Mungkin di jalan sekarang terdengar kuno, namun, masing-masing dari mereka masih memegang prinsip itu. Akankah dengan cinta Aji dan Sania berhasil meluluhkan hati orang tua mereka? Atau cinta mereka harus berakhir sebagai sebuah kisah yang fana?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Di Antara Akar dan Langit
  • Naya
  • Mustahil Ku Hidup Denganmu
  • Yang Tertinggal
  • KITA BERBEDA (antara Aku, Kamu, dan Tuhan)
  • Menyimpan Rasa (END)
  • 𝓙𝓮𝓳𝓪𝓴 𝓚𝓮𝓷𝓪𝓷𝓰𝓪𝓷 𝓭𝓲 𝓤𝓳𝓾𝓷𝓰 𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪

Langit sore menggantung rendah di atas kampus yang tak lagi riuh oleh tawa mahasiswa. Hanya angin yang menyelinap diam-diam, menyapu dedaunan yang gugur terlalu dini. Di bawah pohon trembesi tua, Ikhram berdiri. Tegak, namun goyah. Matanya menatap cakrawala yang seolah sedang menunggu jawab. Sinta tak jauh darinya, namun dunia seakan telah menarik jarak tak kasatmata di antara mereka. Ia menggenggam berkas laporan yang pernah mereka tulis bersama. Tangan kecilnya gemetar, bukan karena dingin, tapi oleh beban kalimat terakhir yang belum sempat terucap. "Apa arti mencintai jika langkah kita saling bertentangan?" Ikhram tak menjawab. Langit sore memudar menjadi kelabu. Seperti hati mereka yang ragu: apakah cinta bisa tumbuh di antara kemarahan pada dunia? Mereka pernah seirama: pada slogan-slogan perubahan, pada malam-malam panjang di sekretariat, pada luka-luka yang disembunyikan di balik semangat. Namun kini, mereka berdiri di persimpangan dua jalan yang tak lagi sejajar. "Kau memilih diplomasi," bisik Ikhram, "sementara aku memilih api." "Dan mungkin keduanya akan gagal," jawab Sinta, nyaris seperti doa. Di sela desah angin dan detak jam kota, mereka melepaskan satu sama lain-tanpa janji, tanpa kepastian akan bertemu lagi. Hanya diam, dan senyum yang tak sempat penuh. Satu daun jatuh di antara mereka. Dan cinta pun menggantung, seperti langit yang belum selesai mencatat akhir cerita.

More details
WpActionLinkContent Guidelines