Bread And Edelweiss

Bread And Edelweiss

  • WpView
    reads 102
  • WpVote
    Stemmen 19
  • WpPart
    Delen 8
WpMetadataReadLopende
WpMetadataNoticeLaatst gepubliceerd din, jul. 8, 2025
"Melepasmu adalah ikhlas ku paling serius." Ucap pria itu tersenyum sambil melambaikan tangannya. "Aku pergi dulu, ya." Gadis bersurai hitam itu balas tersenyum lebih lebar. Cover by pinterest.
Alle rechten voorbehouden
Word lid van de grootste verhalengemeenschapOntvang persoonlijke verhaal aanbevelingen, sla je favorieten op in je bibliotheek en geef commentaar en stem om je gemeenschap te laten groeien.
Illustration

Je bent misschien ook geïnteresseerd in

  • The Time
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • GRAVARENZO
  • Tsundere Maniak Susu
  • GHAIKA (REVISI)
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • EVANESCENT
  • Blueprint Pelarian Villain
  • Transmigrasi Ziora
  • I'm Not Just a Figuran
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

Meer details
WpActionLinkInhoudsrichtlijnen