"Ah.. Noona.. Namjoonie Hyung mengambil dagingku lagi.." Adu salah satu pria berambut pirang saat mengetahui daging di piring nya berkurang.
"Yak. Namjoonie, berhenti mencuri makanan orang lain. Astaga." Balas seorang gadis yang tengah sibuk dengan alat masaknya.
"Hei, Kim. Berhenti memainkan ponselmu, atau aku akan sita barang itu sekarang juga." Yang dipanggil langsung mendecak kesal. Lalu meletakkan ponselnya di meja makan. Ia kemudian melanjutkan makannya yang tertunda.
Bagaikan seorang emak - emak beranak 7, gadis itu kemudian asal menaruh panci bekas ia memasak. Ia segera meletakkan makanan lainnya di atas meja.
"Kokkiee... Bangun..." Ucapnya sambil menarik pipi chubby seorang pria yang masih asyik memejamkan matanya.
"Yak.. Hyung ! Berhenti mencuri makananku."
"Ah.. Jin, kau sudah makan terlalu banyak, lihat saja badanmu itu."
"Hei ! Aku tidak gendut !"
"Jungkook, bangun ! Kita akan ke studio sebentar lagi !"
"Taehyung, kau makan lambat sekali. Ayo cepat."
Dan Segal keributan yang terjadi dirumah ini. Hanna, si tokoh utama di cerita ini, hanya bisa terduduk di kursinya dan mengurut dahinya perlahan.
"DIAM KALIAN SEMUAAA !!"
-----
Hanna Firisa, seorang wanita asli asli Indo yang ditunjuk sebagai Manager Boy Band BTS. Tentu saja, merawat 7 orang dewasa bukanlah hal yang mudah. Ditambah tidak keberadaan Hanna sebagai manager BTS dirahasiakan demi menjaga keamanan Hanna dari Sasaeng fans.
Kira - kira bagaimana ya, ribet nya Hanna menjaga, memasak, dan mengawasi ketujuh orang tersebut.
Yuk, baca !
[ sᴇǫᴜᴇʟ ᴏғ ᴀʀᴇ ᴡᴇ ғʀɪᴇɴᴅs ]
"Apa gue harus ngalah lagi?" ~ hoseok.
"Semua orang punya rahasia!" ~ yoongi.
"Setiap orang punya sisi iblis!" ~ hobi.
Inilah kisah perjalanan dari hoseok zionathan aberforth. Tunggu! apakah dia masih menyandang status sebagai putra aberforth?
Dimana dimasa lalu dia harus banyak berkorban demi orang-orang terdekatnya. Entah itu karena keinginannya sendiri atau diluar kemauannya. Dan sekarang, hoseok kembali lagi untuk membalas dendam juga menyelamatkan sang kembaran dari kemanipulatif an orang tua mereka.
Namun hoseok lima tahun yang lalu dan hoseok yang sekarang, tetaplah hoseok si anak polos yang mudah sekali memiliki rasa iba. Itu sebabnya, meski anak itu sudah beranjak dewasa. Dirinya masih saja mudah ditipu orang-orang sekitarnya. Bahkan saking polosnya, hoseok tidak sadar kalau hampir semua orang disekitarnya yang dia kira baik, memiliki rahasia dan juga memiliki sisi iblis.