STUPID MARRIAGE

STUPID MARRIAGE

  • WpView
    Reads 115
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Sep 1, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Masa lalu membawanya masuk ke dalam masalah yang entah kapan berakhir. Dan tanpa sadar dia di jadikan objek oleh seseorang untuk pembalasan dendam semata. Selama ini dia merasa masalah yang datang adalah takdir. Takdir yang selalu mempermainkan hidupnya, bahkan bisa saja merenggut nyawanya. Sampai dia mengenal cinta. Cinta yang berhasil membuatnya merasakan sebuah kebahagiaan. Apakah kebahagiaannya akan bertahan lama? ------- "Tunggu!" ujarnya. Langkahnya terhenti ketika suara yang tak asing menusuk indra pendengarnya. Rasanya cukup malas untuk melihatnya sekarang. "Aku hanya ingin bilang, jangan sampai kamu memilih yang sempurna namun kamu kehilangan yang terbaik" lanjut laki-laki itu. Tanpa sepatah kata, ia melenggang pergi meninggalkan laki-laki yang hanya mematung menatap punggung orang yang ia cintai semakin menjauh. Happy Reading
All Rights Reserved
#49
alone
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SAMUDRA BERCERITA || END
  • Fixing the Broken ✓
  • Memorable
  • FANI : He's Edgar Erzantara
  • Paradise
  • 💞Takdir Cinta💞
  • Rainbow
  • Rahasia Sang Samudra [Complete]
  • Samudra Sang Angkasa [Complete]

Andai Samudra bisa bicara, para penyelam takkan perlu menyelam untuk mengetahui isi didalamnya. Andai Samudra bisa bicara, Palung Mariana takkan menjadi misteri yang tak kunjung terpecahkan meski sudah lama. Andai Samudra bisa bicara, segitiga Bermuda yang menelan banyak korban akan diketahui apa penyebabnya. Begitupun dengan Samudra Anka. Andai ia bisa bicara, semua orang akan tahu apa yang ada di dalam hatinya. Andai ia bisa bicara, ia takkan di caci maki karena kebisuannya. Andai ia bisa bicara, ia takkan di tinggalkan karena kecacatannya. Bukan keinginannya kalo ia cacat, tapi mengapa ia di perlakukan seperti ini. Bukan keinginannya kalo ia bisu, tapi kenapa ia di tinggalkan sendiri. "maaf Ayah, maaf Bunda, maaf Abang, maaf karena udah cacat, maaf karena udah bikin malu kalian"

More details
WpActionLinkContent Guidelines