Hai, Kensya

Hai, Kensya

  • WpView
    Reads 64
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Sep 30, 2020
Kensya Oktaviani. Gadis yang baru berusia 16 tahun itu harus mengalami banyak hal setiap harinya. Lebih tepatnya, hal buruk. Kensya tidak pernah menginginkan ini semua. Kensya juga ingin seperti orang lain yang tak bisa ia sebut sebagai temannya, namun tak bisa juga ia katakan musuhnya. Yang Kensya inginkan hanyalah hal kecil yang bisa dengan mudah orang lain dapatkan. Tapi, kenapa Kensya sangat sulit untuk mendapatkannya? Kebahagiaan, kebebasan. Apa sangat sulit agar Kensya mendapatkan dua hal itu? Apa Kensya akan mendapatkannya? Dua hal yang dengan mudah orang lain dapat. Sebut saja Kensya iri, karena pada kenyataannya memang begitu. Sebelum baca follow dulu ya guys-! Vote dan komen jugaa>< Aku tau kalian mengerti cara menghargai karya orang lain. Sebelumnya mohon maaf kalau ada kesamaan nama, tempat, atau kejadian. Tapi story ini aku bikin pure dari otak sendiri. Thx u. Start : 19-09-2020 End : -
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 𝐀𝐥𝐨𝐧𝐞 (END)
  • Let Me Love You Longer
  • [✔️terbit] 1. The Girl That Hurt
  • DARKASYA
  • ALEYA~~
  • ALVAREZ [SELESAI]
  • Broken Girl (COMPLETED)
  • Jeya✔️
  • Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•||

"𝑲𝒆𝒃𝒂𝒉𝒂𝒈𝒊𝒂𝒂𝒏 𝒂𝒅𝒂𝒍𝒂𝒉 𝒔𝒖𝒂𝒕𝒖 𝒉𝒂𝒍 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒎𝒖𝒔𝒕𝒂𝒉𝒊𝒍 𝒖𝒏𝒕𝒖𝒌 𝒌𝒖 𝒅𝒂𝒑𝒂𝒕𝒌𝒂𝒏" _𝑨𝒍𝒊𝒏𝒂_ **** Alina Caroline Atmaja. Nama yang telah tersemat pada dirinya sejak lahir. Nama yang hampir sama dengan kehidupannya, alone. Alina punya segalanya, harta ada, keluarga pun ada namun kasih sayangnya telah tiada. Kehidupannya selalu dibumbui oleh keributan, percekcokan, dan toxic yang berakhir dengan perpisahan. Alina selalu disalahkan atas kejadian yang tak pernah ia lakukan. Rumahnya selalu ramai akan festival perdebatan kedua orangtuanya serta Alina selalu dijadikan awal topik dari percekcokan yang tak pernah ada habisnya. Alina lelah, kecewa serta sakit. Ia terus meyakinkan dan membuktikan kebenaran namun mereka semua telah dibodohi oleh kebohongan. Alina hanya ingin kebahagiaan, kedamaian dan ketentraman. Akankah Alina masih kuat untuk berjuang untuk mendapatkan kebahagiaan? Atau mungkin ia ingin berpulang? 𝐍𝐛:𝐊𝐚𝐫𝐲𝐚 𝐢𝐧𝐢 𝐝𝐢𝐢𝐤𝐮𝐭𝐬𝐞𝐫𝐭𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐝𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐥𝐨𝐦𝐛𝐚 𝐦𝐞𝐧𝐮𝐥𝐢𝐬 𝐦𝐚𝐫𝐚𝐭𝐨𝐧 𝐧𝐨𝐯𝐞𝐥𝐞𝐭 30 𝐡𝐚𝐫𝐢 𝐨𝐥𝐞𝐡 𝐂𝐚𝐭𝐮𝐫 𝐌𝐞𝐝𝐢𝐚 𝐆𝐞𝐦𝐢𝐥𝐚𝐧𝐠 (𝐂𝐌𝐆). Start :15 Mei 2020 Finish :15 Juni 2020

More details
WpActionLinkContent Guidelines