Adam Hawa

Adam Hawa

  • WpView
    LECTURAS 47
  • WpVote
    Votos 27
  • WpPart
    Partes 4
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, dic 10, 2020
WpInfo
Ficción
Romance
" Itu milikmu. " Adam menunjuk serambi masjid di atas kanannya. " Itu milikku. " Telunjuknya mengarah pada perpustakaan di kirinya. " Dan ini, tempat ini milik kita. " Adam dengan serius mengatakannya pada anisa yang dibuat terperangah atas kata yang sulit dicerna. " Tempat dimana sesuatu yang menjadi milikmu dan milikku bersatu dalam lingkaran kita. " Adam membuat anisa mencerna baik kata katanya. Mereka bertatap pandang sekilas. " Pinter banget becandain cewe. " Anisa mengalihkan pandangan dengan senyum rekahnya. " Ceritain donk siapa orangnya " lanjutnya. " Tempat dimana kita menumpahkan segala suka dan duka. Adam dan Anisa, pertemuan yang tak di sengaja berujung pada misteri sahabat surga" Entah kenapa Adam teringat sebuah novel yg pernah masuk dalam otaknya. Anisa diam seribu bahasa mendengar penuturan Adam barusan. Matanya masih tercengang menyiratkan ketidakpercayaan, hatinya berdetak tak karuan terasa berbeda dari biasanya. " Akan kuceritakan saat wisudaku nanti. " Kata Adam menampilkan senyum manisnya.
Todos los derechos reservados
#408
study
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Lathifa [END]
  • Kata Cinta Dalam Doa [END/Tersedia Lengkap]
  • Ikhtiar Cinta Bersamamu [END/SUDAH TERBIT]
  • MANA JANJI MU GUS?!
  • Imamku Badboy (SUDAH TERBIT) ✔
  • Lembar Terakhir Surat Untuk Dika
  • Kamu Pilihanku [ SUDAH TERBIT! ]
  • Our Journey To Love
  • Imam dari Sepertiga Malam

[Spiritual-Romance] [TERBIT] [COMPLETED] [Disarankan untuk membaca Assalamu'alaikum!! Wahai Imamku! terlebih dahulu, karena ini sequel dari cerita itu] Arsyad membersihkan darah segar yang mengalir di bibirnya dengan ibu jarinya. Tangannya bergerak mengambil sapu tangan di saku celananya dan memberikannya pada Lathifa. "Saya tidak apa-apa. Jangan menangis," Lathifa menerima sapu tangan Arsyad dan menutup wajahnya. Terdengar suara pukulan demi pukulan. Kemudian suara hening. Lathifa merasakan dahinya terketuk oleh benda keras. "Kenapa?" tanya Lathifa dengan nafas masih sesenggukan. Matanya menatap intens wajah Arsyad. "Mau nikah sama saya?" Arsyad duduk dengan kaki kanan lurus ke tanah sedangkan kaki kiri menekuk ke atas. Menambah kesan keren bagi Lathifa. ______________________________________________ Jadwal Update Selasa, kamis, dan sabtu Start writing [02 Juli 2018] Finish writing [8 Januari 2019]

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido