You Cannot Hide What Is In Your Heart

You Cannot Hide What Is In Your Heart

  • WpView
    Reads 52
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Sep 23, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Ketika otak berfikir baik, namun mulut mengucapkan kata buruk, yang terbaik hanya apa yang hati kita sembunyikan. Keresahan seseorang tentang apa yang akan terjadi pada dirinya sedetik kemudian, apakah jalan yang ia ambil adalah hal baik? atau buruk? Disaat hati, otak dan mulut tidak dapat menyatu, hanya seseorang yang dapat menenangkannya.
All Rights Reserved
#126
crying
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Memories in Moon
  • LANGIT & BULAN
  • TANTAN ; with you [ ON GOING ]
  • Hear My Heart
  • THE CLIMB [Completed]
  • Sun Meets Ice
  • Hopeless
  • Rasa Tanpa Kata
  • ON SIGHT (Completed)
  • ℝ𝔼𝕍𝔸𝕃ℤ𝔼ℕ 𝔸𝔼ℝ𝕃𝔸ℕ𝔾𝔾𝔸 //𝑅𝑒𝑣𝑖𝑠𝑖\\

Gadis ini menundukkan kepala membiarkan kucuran air membelai surainya. Hujan terus menggiringku untuk bermimpi, takala ia terus menyusuri tubuhku dari rambut, hingga ujung kaki. Aku hanya diam, air ini sedikit membuat ku tenang. Aku takut, aku gelisah. Aku ingin berteriak memaki keadaan. Memaki diriku. Hujan, akan kah dirimu marah jika ku maki dengan isak ku? Akankah dirimu menerima rasa takut ku? Trauma ku? Semua kegelisahan ku? Rasa tidak percaya ku akan diri ku sendiri? Adakah yang bisa menerimaku? Bulan, jika kau jadi aku, akankah tetap setegar dirimu? Apakah hujan adalah wujud kekecewaan mu pada diri sendiri? Apakah awan yang menutupi mu adalah caramu untuk menghilang? Akankah menghilang adalah wujud lelah mu? Bersembunyi dibalik awan, apakah itu bentuk ketakutan mu seperti aku takut menghadapi kenyataan? Boleh aku jadi dirimu? Jarang di lihat mata, di nanti sebelum purnama namun di sukai saat sempurna. Bulan, pernah kah kau takut akan cacian manusia yang begitu kejam? Bahkan, bintang yang dapat kau gapai bisa saja mencela mu. Rambu dari mereka selalu menusuk nurani. Hilang akal ku, hilang kepercayaan ku. Masih normalkah jika ku bilang ingin menghilang? Masih terimakah kau jika ku bilang mereka harus lenyap?

More details
WpActionLinkContent Guidelines