We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Ashilla

Ashilla

  • WpView
    Reads 61
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Sep 23, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Penantian yang panjang mengajarkanku arti dari kesabaran, bagaimana lelahnya perjuangan, dan berharganya sebuah pengorbanan. Kisah seorang gadis yang menyukai seseorang dalam diam, mengagumi dalam diam, dan mencintai dalam diam. Perasaan yang bertahun-tahun ia pendam didalam hati kecilnya itu, hatinya tertutup untuk yang lain. gadis yang sederhana yang selalu menantikan dia yang ia kagumi sejak duluh dan berharap membalas perasaan nya itu. "Aku tidak tau mana, yang harus aku ikuti. hati atau logika ku, kedua ini ikut berperan didalamnya". "Ketika hati sudah bermain, logikaku pun kalah hatiku hanya ingin dirinya. tetapi logikaku berkata berhenti, mana yang aku pilih ? Gadis ini terlanjur mengagumi dirinya dalam diam, sakit! karena hanya diriku dan dan Sang Pencipta yang tau itu. Rembulan Malam tampak memerah aku memandang, dengan sendu gelisah juga sabar dalam penantian. Berubahnya Jalan kisah bergerak payah, dan berdoa sudah kini tinggal dengan pasrah dan berserah kepada yang Maha Pencipta. Tenanglah Aku sadar aku bukan sebanding dirinya, jika sang pencipta bisa membolak-balikkan hati seseorang Siapa tahu kedepannya? Jadi aku harus nanti kan hari itu tiba saatnya, walaupun hari itu tidak akan pernah ada. Salam manis elistiwana 🫶❤️
All Rights Reserved
#384
bara
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Capuccino Sore Itu  ✅ [Tamat dan sudah Direvisi]
  • CINTA DALAM PENANTIAN [TERBIT ]
  • VIA-AMARA
  • Azzara (Sudah Terbit)
  • Sebuah Penantian {ENDING}
  • Look At Me!!!                                            [Follow Sblm Membaca❤]
  • DeaSea
  • Mengaguminya Dalam Taat
  • Karena Kamu Rumahnya
  • TAK DIDUGA [END]

Aku tidak berani bermimpi. Mungkin ini adalah capuccino terakhir yang bisa kunikmati sambil berbincang berbagai basa-basi denganmu. Membicarakan konsep masa depan yang terlalu jauh, bagiku semacam menelan angan kosong. Lelah jiwaku bila terus berpura-pura menikmati obrolan yang membuatku ingin menghilang. Dan sore ini, setelah lama aku bersembunyi, kau pun datang lagi. "San, kamu kemana saja?" "Aku tidak kemana-mana hanya mengistirahatkan hati." "Jangan pergi lagi. Kita bisa menghadapinya bersama, kan? "Maaf, Kak. Kakak punya impian dan aku punya kenyataan. Aku tak mau menjadi perusak mimpi itu." "Tapi kau adalah sebagian impianku." "..." _________________________________________ NOTE : Cerita ini hanya fiktif belaka. Apabila terdapat kesamaan waktu, tempat, dan suasana hanya karena terinspirasi saja

More details
WpActionLinkContent Guidelines