Hemos actualizado nuestras Pautas de Contenido.
Consulta las pautas más recientes para seguir compartiendo historias de forma segura.
Menyayangi Mu

Menyayangi Mu

  • WpView
    LECTURAS 10
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, sep 21, 2020
WpInfo
Ficción
Fantasía
(15+) "Dengan mudah nya kau menyihir ku dengan senyuman tulus itu agar melupakan semua rasa penat ini Seakan kita di pertemukan untuk saling mengobati. Kita saling untuk saling mengobati. Kita saling berbagi pundak untuk menangis. Tak akan pernah ku biarkan dirimu menangis sendirian lagi, Widya" Mendengar hal itu dari sang kekasih, Widya hanya terkekeh manis. "Aku hanyalah seorang wanita yang penuh kekurangan, di luar dana ada ribuan, tidak, bahkan jutaan wanita yang lebih baik, lembut, dan feminim dari ku Aku sudah membunuh banyak nyawa dengan tangan ku ini, aku hanyalah seorang pendosa, kau tahu? Kau berhak mendapatkan yang lebih baik dari ku, Gentala"
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • SOLITUDES
  • DEMIGOD
  • Istri Kedua
  • RadenRatih
  • Menyesal Telah Menyakitimu
  • Dalam Diam, aku Mencintaimu
  • GENTAWA✓
  • Psikopat Digital? [End]
  • With You? [TERBIT]
  • Tenggelam Dalam Dasar [END]
SOLITUDES

Highest rank: #1 in Fiksiremaja #1 in Cerita #3 Pregnant #5 teenfiction #8 in Benci #8 in Pregnant #10 in SMA #10 in Remaja [DISARANKAN UNTUK FOLLOW AUTHOR TERLEBIH DAHULU, AGAR PEMBACA TAHU PENGUMUMAN TENTANG CERITA INI] ---- Malam itu, membuatnya membenci dirinya sendiri. Malam itu, malam terburuk baginya. Mengakhiri hidup adalah salah satu jalan baginya. Rasa benci yang sangat besar, membuatnya merasa kesepian. Ingin ia memutar waktu, untuk tidak menemuinya malam itu. 'Selalu menganggap diriku kotor, adalah sebuah kebiasaan.' - Gianna Pristin Dirgantara - ---- Kesalahan besar telah ia perbuat. Tantangan konyol yang membuatnya terjebak. Rasa penyesalan semakin tumbuh dalam dirinya. Lelah sudah ketika ia semakin tenggelam dalam penyesalan yang dalam. Kata maaf tidak pantas untuk ia ucapkan. 'Menyakitinya adalah kebiasaanku.' - Arthur Julian Wijayanto - ---- DON'T COPY MY STORY!!!

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido