Out Of The Box

Out Of The Box

  • WpView
    Reads 45
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 20, 2020
Tulisan ini akan berisi tulisan tipis tipis seputar pola hidup sehat. Pada awal tulisan ini saya sampaikan, bagi teman teman yang merasa tidak peduli akan kesehatan badan, sangat disarankan untuk tidak melanjutkan membaca tulisan ini 😂 Tapi, jika temen-temen adalah orang yang peduli akan kesehatan badan, boleh di simak baik-baik. Selain itu sebagai jawaban, "Saya Tidak makan Nasi ?!!" Tulisan ini berasal dari hasil eksperimen pribadi, tentunya dengan berlandaskan teori teori orang terdahulu yang juga telah berhasil membuktikannya Mari tularkan energi positif, dengan selalu memberikan dukungan ada tulisan ini..... Terimakasih yang sudah mau mampir, di tulisan tipis-tipis yang gak seberapa ini Semoga yang membaca selalu diberikan kebahagian.... Semangaaat untuk kita semuaaa..... Love u
All Rights Reserved
#12
hidupsehat
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Menepilah Cinta
  • I Love You
  • Perfect is illusion
  • Hai, Kak! (END)
  • don't leave daddy CH2 (END)
  • Istri Bocil Milik Sang CEO
  • 𝓐𝓴���𝓾 𝓢𝓮𝓵𝓪𝓵𝓾 𝓜𝓮𝓶𝓪𝓷𝓭𝓪𝓷𝓰 𝓛𝓪𝓷𝓰𝓲𝓽 𝓑𝓲𝓻𝓾 𝓘𝓽𝓾
  • Cinta Itu Polos?

Seketika, tubuh Sam terasa sangat ringan, ruhnya seolah-olah melayang perlahan terangkat oleh baling - baling seperti milik doraemon, sejenak meninggalkan jasadnya yang tiba-tiba kaku. Beasiswa? Jepang? Tinggal disana berapa lama? Dengan siapa Nisa nanti disana? Bagaimanakah keamanan di sana? Siapa yang akan menjaganya? Ah, Sam sendiri tidak tahu apa jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang terlintas di kepalanya. Antara bangga dan khawatir, antara terharu dan sedih bila harus berpisah dari gadis ayu di depannya saat ini. Bukankah Jepang itu negara asing, baik bagi Sam atau Nisa sendiri. Jepang bukan daerah yang bisa ditempuh dengan kereta, mobil, bis, angkot, ojek atau taxi online, bahkan sepeda ontel, yang biasanya Sam naiki saat Ayah Nisa memintanya mengantar buku atau bekal Nisa, apabila ketinggalan, ke sekolah. Jepang itu negeri asing yang berbeda segalanya dengan kehidupan Nisa di sini. Negeri yang tak Sam kenal, terutama masalah keamanannya, makanannya, orang-orangnya. Apakah Nisa akan aman tinggal disana? Makanannya? Amankah sholat di sana? Apakah .... "Pak Sam... Pak Sam... Hellooow,,, Yuhuu" Nisa melambaikan tangannya membuyarkan lamunan Sam. Raut wajah cantiknya berubah menjadi cemas ketika melihat Sam mendadak pucat. Ruh Sam yang sempat terlepas, kembali ke jasadnya semula. "Hm... Jadi bengong gitu. Kenapa? Pak Sam ga seneng ya Nisa ke Jepang?" Tanya Nisa dengan nada sedih. Matanya mendadak sayu, senyumnya hilang. "Oh... Pak Sam seneng kok mbak. Pak Sam malah bangga kalo mbak Nisa bisa ke Jepang" "Alhamdulillah, gitu dong Pak Sam. Setelah ayah dan ibu, Support Pak Sam lah, yang selama ini selalu menyemangati Nisa." Nisa kembali ceria, sumringah menunjukkan senyum lebar. Ah, senyum itu... senyum yang sama yang dimiliki kekasih hatinya. Kekasih hati yang telah terpatri di hati Sam selamanya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines