Story cover for ANGKASA  [Completed] by queenskyle_
ANGKASA [Completed]
  • WpView
    Leituras 84,815
  • WpVote
    Votos 6,289
  • WpPart
    Capítulos 52
  • WpView
    Leituras 84,815
  • WpVote
    Votos 6,289
  • WpPart
    Capítulos 52
Em andamento, Primeira publicação em set 20, 2020
"nama kakak itu sama kayak reliatnya"

"angkasa!sangat jauh dan mustahil di gapai"

"tapi di dunia gak ada yang mustahil"


_______


"kak coba senyum deh,kakak terkesan angkuh gak mau senyum"

"senyum gue cuma buat calon ibu dari anak anak gue"

"emang iya??orang kakak pernah senyum di depan aku"

"kan emang lo calonnya"

"apa sih"

"iya calon ibu dari anak gue,caramel nugraha"

"gak usah bercanda deh"

"bahkan gue belum pernah seserius ini"


_________


"pak tolong kasih tau saya gimana caranya jadi dilan??"tanya angkasa.

"emang kenapa masnya mau oprasi plastik??"tanya bapak tukang bakso.

"nggak kok"jawab angkasa sambil melirik caramel.

"kamu apaan sih"sahut caramel,angkasa tersenyum tipis.

"ya saya mau jadi dilan supaya bisa ramalin masa depan saya sama cewek cantik di samping saya ini"sambung angkasa dengan wajah datarnya,sedangkan caramel sudah tersenyum malu.

[sebelum cinta merubah segalanya]

        Sikap angkasa berubah seketika ketika seorang gadis bernama caramel mikhaila berhasil membuat dia gila dalam sekejap,perasaan itu sudah ada sejak awal,sejak awal pertemuan mereka,

       Tak lama setelah angkasa,caramel juga mulai nyaman dengan keadaan,keadaan yang belum pernah ia rasakan dalam hidup,dimana seorang cowok yang ia anggap sangat tidak mungkin untuk di gapai,tapi takdir malah membuat tangan mereka saling menggenggam.

       Caramel tidak pernah menyangka bahwa ia bisa memiliki seorang angkasa lingga nugraha yang terkenal akan sikap jahanamnya dan angkasa merasa beruntung bisa di miliki oleh wanita sederhana yang meruntuhkan semua perthanannya selama ini.

*******
    [MAAF MASIH AMATIR,INI HASIL PEMIKIRAN SAYA😁UP DI USAHAKAN SETIAP HARI,KALAU ADA KATA KATA KASAR ATAU TINDAKAN KEKERASAN YANG TIDAK PANTAS  HARAP JANGAN DI TIRU!!🙏]

[BIJAKLAH DALAM MEMILIH CERITA UNTUK DI BACA!!😉]

      LANGSUNG LANJUT  KE CERITA..............


Satu lagi......TRIMAKASIH yang udah mau mampir❤
Todos os Direitos Reservados
Índice
Inscreva-se para adicionar ANGKASA [Completed] à sua biblioteca e receber atualizações
ou
#86iceboy
Diretrizes de Conteúdo
Talvez você também goste
Capricorn, de Baperterussss
11 capítulos Em andamento
"Aku suka sama Kak Al." Rea mengatakannya tanpa ragu. Tenang. Pelan. Tapi dalam dadanya, jantungnya berdebar seperti genderang perang. Lapangan basket sore itu sepi. Matahari sudah tenggelam separuh, menyisakan semburat jingga yang menggantung di langit. Angin membawa bau rumput basah dan suara tiang ring basket yang berderit pelan. Di tengah sunyi itu, Rea berdiri, seragamnya masih rapi, rambutnya dikuncir seadanya, dan matanya menatap Kak Al, lurus. Alvano menoleh, pelan. Keringat masih menempel di pelipisnya, dan bola basket tergenggam di tangan kirinya. Ia diam. "Apa tadi?" tanyanya, suaranya rendah. Tidak kaget. Tapi juga tidak menjawab. Rea menarik napas. Ia benci mengulang. Tapi kali ini berbeda. "Aku suka sama Kak Al," ulangnya, lebih lirih. "Dari awal aku lihat Kakak main di lapangan. Aku tahu ini mungkin... aneh. Tapi aku cuma pengen jujur." Ia tidak terbiasa berkata seperti ini. Tidak terbiasa membeberkan isi hati. Tapi Rea bukan pengecut. Ia adalah seseorang yang lebih takut menyesal karena diam daripada malu karena gagal. "Aku tahu Kakak mungkin nggak mikir apa-apa. Tapi aku cuma pengen bilang," lanjutnya. "Supaya kalau besok-besok aku canggung atau... ngelihatin Kakak diam-diam, Kakak tahu alasannya." Sunyi. Kak Al memutar bola basket di ujung jarinya. Lalu berhenti. Tatapannya tidak tajam, tapi ada sesuatu yang menggantung di dalamnya. Berat. "Rea..." katanya. Lembut. Tapi nadanya membuat dada Rea mengeras. "Kamu manis. Kamu juga berani. Tapi..." Rea mengangguk pelan, mencoba tersenyum meski wajahnya menegang. "Aku udah punya pacar." Deg. Rea tidak menangis. Tidak mundur. Tidak bertanya siapa. Ia hanya berdiri. Diam. Lalu berkata, "Nggak apa-apa, Kak." Yang tidak dia tahu, pacar Kak Al itu... adalah Dara. Kakaknya sendiri. Dan semuanya... baru saja dimulai.
DANADYAKSA, de KumbangPolkadot
70 capítulos Concluída
Danadyaksa adalah laki-laki dengan hidup yang sangat sederhana. Cibiran dan hinaan sering didapatkannya dari teman-teman satu sekolahnya terutama perempuan karena menggunakan sepeda motor beat berwarna hitam setiap berangkat sekolah. Orang tuanya meninggal ketika ia masih duduk di bangku SMP, meninggalkan dua orang adik yang harus Aksa hidupi. Menjadi Ayah, Ibu sekaligus kakak di usianya yang begitu belia bukanlah hal yang mudah. Aksa mulai bekerja semenjak orang tuanya meninggal untuk memenuhi kebutuhannya serta kedua adiknya yang masih kecil. Menjadi kuli bangunan, penjaga toko, pelayan restoran dan berbagai pekerjaan serabutan lainnya Aksa lakukan. Aksa pernah berkata: "Nggak papa gue nggak punya masa depan yang terjamin, tapi adek-adek gue harus punya masa depan. Harus jadi orang besar." Aksa tidak pernah memikirkan perihal cinta. Yang ia pikirkan hanyalah adik-adiknya. Bagaimana masa depan adiknya, bagaimana mendidik adiknya dengan baik dan bagaimana adiknya bisa menikmati hidup seperti anak lainnya yang penuh kebahagiaan dari keluarga. Namun, Aksa mulai tertarik dengan cinta semenjak ia mulai mengenal Alsava. Gadis yang dikenalnya sejak insiden Aksa yang tanpa sengaja menginjak kacamata Alsava. Tapi rasanya sangat tidak mungkin untuk memiliki Alsava yang latar belakang ekonominya sangat jauh beda dengan dirinya. Apakah mereka bisa bersama? Mungkin. Atau justru, tidak akan pernah bersama. ** "Sa, gue boleh suka sama lo, nggak?" "Tunggu gue sukses." ** "Gue kalo mau suka sama Alsava juga harus sadar diri. Gue orang nggak punya. Beda sama dia." ***
Segitiga [END], de Moon_Flower179
45 capítulos Concluída
Sumpah ini cerita pertama gw kek alay bet anjir akwkw. Mana banyak salahnya. Tapi sengaja gak unpub, buat kenang2an. Fiksi Remaja & Percintaan dengan sedikit bumbu humor yang sangat receh. Sebuah cerita dimana seorang remaja bernama Devon Antonio yang rela berkorban untuk gadis yang di sukainya dan juga untuk mantan sahabatnya. Cerita dimana kalian akan merasa bahwa 'karma itu ada' disini di sajikan secara bertahap. Dimana timbal balik kehidupan dan perasaan manusia yang akan berubah-ubah dengan cepat. _________________________________________ "Gue mau lo egois sedikit, karena kalo lo terlalu berkorban, yang ada cuma bakal penderitaan," -Devon Antonio. "Kenapa di saat aku yang sulit untuk menyukaimu, justru malah berbalik sulit membencimu?" -Alisa Dwi Sintya. "Kalo ada orang yang di korbanin buat kebahagiaan orang lain, itu gue, bukanbanyak sekali pengorbanan yang di lakukan lo," -Tomi Julian Sagara. "Jangan pernah bikin gue cemburu, atau lo sendiri tau akibatnya," -Putra Sky Sadewa. "Tujuan gue cuma satu. Balas dendam!" -Reynaldi. ________________________________________ Segitiga, tiga sisi kehidupan remaja yang paling menonjol. Sisi keluarga, sisi persahabatan, sisi percintaan. Tidak hanya terpaku pada beberapa tokoh yang sudah hadir sejak awal cerita, namun akan ada tokoh baru yang justru menjadikan konflik semakin berwarna dan membuat alur semakin sulit di tebak. Apakah dia jadi antagonis, prontagonis, atau hanya jadi figuran saja?
Talvez você também goste
Slide 1 of 9
Capricorn cover
Caramel (END) cover
DANADYAKSA cover
DIFFERENT TWINS [ END ]  cover
Destiny said. {BERSAMBUNG} cover
Badai Tak Berujung [ON GOING] cover
Arsyilazka cover
dimana janji tersebut cover
Segitiga [END] cover

Capricorn

11 capítulos Em andamento

"Aku suka sama Kak Al." Rea mengatakannya tanpa ragu. Tenang. Pelan. Tapi dalam dadanya, jantungnya berdebar seperti genderang perang. Lapangan basket sore itu sepi. Matahari sudah tenggelam separuh, menyisakan semburat jingga yang menggantung di langit. Angin membawa bau rumput basah dan suara tiang ring basket yang berderit pelan. Di tengah sunyi itu, Rea berdiri, seragamnya masih rapi, rambutnya dikuncir seadanya, dan matanya menatap Kak Al, lurus. Alvano menoleh, pelan. Keringat masih menempel di pelipisnya, dan bola basket tergenggam di tangan kirinya. Ia diam. "Apa tadi?" tanyanya, suaranya rendah. Tidak kaget. Tapi juga tidak menjawab. Rea menarik napas. Ia benci mengulang. Tapi kali ini berbeda. "Aku suka sama Kak Al," ulangnya, lebih lirih. "Dari awal aku lihat Kakak main di lapangan. Aku tahu ini mungkin... aneh. Tapi aku cuma pengen jujur." Ia tidak terbiasa berkata seperti ini. Tidak terbiasa membeberkan isi hati. Tapi Rea bukan pengecut. Ia adalah seseorang yang lebih takut menyesal karena diam daripada malu karena gagal. "Aku tahu Kakak mungkin nggak mikir apa-apa. Tapi aku cuma pengen bilang," lanjutnya. "Supaya kalau besok-besok aku canggung atau... ngelihatin Kakak diam-diam, Kakak tahu alasannya." Sunyi. Kak Al memutar bola basket di ujung jarinya. Lalu berhenti. Tatapannya tidak tajam, tapi ada sesuatu yang menggantung di dalamnya. Berat. "Rea..." katanya. Lembut. Tapi nadanya membuat dada Rea mengeras. "Kamu manis. Kamu juga berani. Tapi..." Rea mengangguk pelan, mencoba tersenyum meski wajahnya menegang. "Aku udah punya pacar." Deg. Rea tidak menangis. Tidak mundur. Tidak bertanya siapa. Ia hanya berdiri. Diam. Lalu berkata, "Nggak apa-apa, Kak." Yang tidak dia tahu, pacar Kak Al itu... adalah Dara. Kakaknya sendiri. Dan semuanya... baru saja dimulai.