Story cover for Arka by SunFlower573085
Arka
  • WpView
    Reads 85
  • WpVote
    Votes 22
  • WpPart
    Parts 4
  • WpView
    Reads 85
  • WpVote
    Votes 22
  • WpPart
    Parts 4
Ongoing, First published Sep 20, 2020
Srett...

"Mampus gue!" Umpat Naya dalam hati. Masih berpegangan pada celana training milik Arka. 

Naya segera bangkit "maaf-maaf gue gak sengaja" ucap Naya mengatupkan kedua tangannya. Memperhatikan Arka yang menaikkan celana training sambil menatap sekeliling. Tentu saja mereka menjadi bahan tontonan.

"Yahh..boxernya Pikachu!" Olok siswa seangkatan dengannya.

"Ih..kak Arka gemes banget pake boxer Pikachu" fans Arka garis keras.

"Beli dimana boxernya, Ar?!" Ledek teman satu kelasnya.
All Rights Reserved
Sign up to add Arka to your library and receive updates
or
#168berantem
Content Guidelines
You may also like
BUMANTARA by wlnnura26
14 parts Complete
PLAK!!! Suara tamparan keras yang menghantam pipi seorang gadis yang tengah meringkuk di atas dinginnya lantai toilet. Gadis itu tak melawan, dia hanya diam sambil menatap nanar pada lantai, dia Naya Rivera. "ANJ**G! gak guna lo!" maki seorang siswi itu, sambil sesekali menendang tubuh gadis malang itu. "Maaf." ucap Naya itu dengan nada bergetar, hanya kata itu yang bisa dia ucapkan di balik rasa takutnya. Cih! Bukannya merasa kasihan, siswi itu malah semakin membabi buta dengan menarik keras rambut Naya, lalu mencengkram kuat-kuat rahang Naya. "Apa? maaf lo bilang?! Kata maap lo gak cukup buat nilai tugas gue jadi 100 tolol! Dasar anak pelac*r!" keras dan tidak tahu rasa terima kasih, itulah Rossalia Maharani. Menjadikan Naya sebagai budak untuk mengerjakan semua tugasnya. Naya memang terkenal akan sifat lugu serta kepintarannya, dan Rossa berpikir bahwa mengapa dia tidak memanfaatkan itu semua bukan? Tuntutan akan keluarga Rossa, yang menekan anaknya untuk menjadi yang paling utama dalam hal apapun, apalagi masalah prestasi di sekolahnya. Bagi Naya, sekolah ataupun rumah itu sama saja, iya sama saja tempat yang menyakitkan. Disaat orang lain merasakan rumah menjadi tempat ternyaman, namun itu tidak berlaku bagi Naya. Tamparan bahkan pukulan sudah menjadi bagian yang Naya dapatkan setiap harinya. Tak ada yang menyayanginya, tak ada yang mampu mengerti keadaannya, tak ada seorangpun. Ibu nya? Tidak, dia sama saja seperti orang lainnya. Teman? itu apa lagi, Naya sama sekali tidak mempunyai teman. "Mana ada orang yang mau berteman dengan orang udik seperti saya" pikiran itu yang selalu tertancap keras di pikirannya. Apakah Naya mampu melawan setiap kesedihan nya? Akankah Naya merasakan kebahagiaan seperti yang orang lain rasakan?
𝘖𝘯𝘭𝘺 𝘠𝘰𝘶 (END) by OktaviaWulan845
51 parts Complete Mature
Naya dan miko itu sudah bersahabat sejak mereka masih di dalam kandungan. Otak mereka yang sama-sama tak waras itu malah membuat persahabatan mereka bisa bertahan sampai sekarang. Namun ada fakta yang begitu besar yang naya tidak tau, miko memiliki tumor otak yang baru diketahuinya satu tahun lalu, dan dokter mengatakan bahwa umurnya sudah tak lama lagi. Fakta itu yang membuat miko ingin melakukan sesuatu yang belum pernah ia lakukan selama ini, miko berusaha membuat orang-orang disekitarnya bahagia setidaknya sebelum ia mati Tapi semakin lama miko merasa perasaannya untuk naya itu semakin hari semakin aneh, ada rasa tak suka saat naya berdekatan dengan laki-laki lain (raka guru mereka disekolah) naya suka pada raka tapi raka tak menyukainya. Perjuangan naya untuk mendapatkan raka berhasil membuat miko terluka Akan kah miko mengungkapkan perasaannya? Atau ia hanya akan memendam selamanya? Dan akan kah naya bisa mendapatkan raka? Dan mengtahui tentang penyakit miko? . . "laper gue ko,beliin gue es kelapa muda napa"ucap naya sambil mengibasi wajahnya yang kepanasan "buta mata lo?disini cuman ada kita berdua,lo nyuruh gue beli dimana oon"ucap miko melempar batu kecil pada naya "elo sih ngajaknya kesini"ucap naya menatap miko kesal "elo sih ngapain pake laper segala,ganjel aja dulu noh pake air laut,kembung dah lo setaon"ucap miko menunjuk laut dengan dagunya, membuat naya menatapnya sinis. . . . Percintaan+persahabat+keluarga+ngakak+sedih+emosi+jungkir balik..... semua dirangkum dalam cerita ini. So tunggu apa lagi? Don't forget like,comen,follow and share yaa jangan LUPA bintangnyaaaaaa THANK YOU❤
You may also like
Slide 1 of 10
BUMANTARA cover
DEVIAN [END] cover
DeaSea  cover
PROSA "Proyeksi Rasa" [END] cover
𝘖𝘯𝘭𝘺 𝘠𝘰𝘶 (END) cover
FIKSY [ Selesai ] cover
NYAMAN [Proses Revisi] cover
ARTA ✔ cover
LOVE AND FRIENDSHIP ( R & J : 1 )  cover
This Love √ cover

BUMANTARA

14 parts Complete

PLAK!!! Suara tamparan keras yang menghantam pipi seorang gadis yang tengah meringkuk di atas dinginnya lantai toilet. Gadis itu tak melawan, dia hanya diam sambil menatap nanar pada lantai, dia Naya Rivera. "ANJ**G! gak guna lo!" maki seorang siswi itu, sambil sesekali menendang tubuh gadis malang itu. "Maaf." ucap Naya itu dengan nada bergetar, hanya kata itu yang bisa dia ucapkan di balik rasa takutnya. Cih! Bukannya merasa kasihan, siswi itu malah semakin membabi buta dengan menarik keras rambut Naya, lalu mencengkram kuat-kuat rahang Naya. "Apa? maaf lo bilang?! Kata maap lo gak cukup buat nilai tugas gue jadi 100 tolol! Dasar anak pelac*r!" keras dan tidak tahu rasa terima kasih, itulah Rossalia Maharani. Menjadikan Naya sebagai budak untuk mengerjakan semua tugasnya. Naya memang terkenal akan sifat lugu serta kepintarannya, dan Rossa berpikir bahwa mengapa dia tidak memanfaatkan itu semua bukan? Tuntutan akan keluarga Rossa, yang menekan anaknya untuk menjadi yang paling utama dalam hal apapun, apalagi masalah prestasi di sekolahnya. Bagi Naya, sekolah ataupun rumah itu sama saja, iya sama saja tempat yang menyakitkan. Disaat orang lain merasakan rumah menjadi tempat ternyaman, namun itu tidak berlaku bagi Naya. Tamparan bahkan pukulan sudah menjadi bagian yang Naya dapatkan setiap harinya. Tak ada yang menyayanginya, tak ada yang mampu mengerti keadaannya, tak ada seorangpun. Ibu nya? Tidak, dia sama saja seperti orang lainnya. Teman? itu apa lagi, Naya sama sekali tidak mempunyai teman. "Mana ada orang yang mau berteman dengan orang udik seperti saya" pikiran itu yang selalu tertancap keras di pikirannya. Apakah Naya mampu melawan setiap kesedihan nya? Akankah Naya merasakan kebahagiaan seperti yang orang lain rasakan?