Permata ( Ketika Hati Yang Berkata )

Permata ( Ketika Hati Yang Berkata )

  • WpView
    Reads 388
  • WpVote
    Votes 107
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Oct 25, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Cerita berkisah tentang seorang pemuda yang hijrah untuk kehidupannya yang lebih baik. Ia pun memilih untuk menuntut ilmu agama di pondok pesanten. Hijrahnya ini bermulai ketika ia mendengar tausyiah seorang ustadz di kampungnya. Dan ustadz itu merekomendasikan ia untuk menuntut ilmu di Pondok Pesantren di daerah Bireun. Setelah menuntut ilmu di Pesantren, pemuda ini meliha sosok Wanita yang begitu cantik parasnya sampai - sampai seluruh pemuda di pesantren itu juga turut menaruh hati kepada wanita itu. Tak hanya cantik ia juga seorang penghapal Al-Quran dan mahir dalam membaca Kitab. Oleh karena itu siapa saja kelak yang menjadi Suaminya tentu merupakan orang Beruntung. GIMANA KISAHNYA??? SIAPAKAH YANG BERUNTUNG MEMILIKI WANITA IDAMAN INI?? FOLLOW SAYEE YAA ( BIAR SEMANGAT ATUH ) JANGAN LUPA VOTE YAA.. LOVE YOU READERS,
All Rights Reserved
#404
kisah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Satu Nama dalam Sujud
  • Lelaki Untuk Kayla (Tamat)
  • Pertemuan di balik Pagar Pesantren
  • (TAMAT) CALON IMAM PILIHAN ABI
  • Alleya dan Dunia Novelnya (TERBIT)
  • Langit Senja di Kota Nabi
  • Badgirl Masuk Pesantren (END)
  • Disantrikan Gus Dingin
  • Berjodoh Dengan Ustadz Tampan
  • Mubayyin [On Going]

PESAN 💌; SEBELUM MEMBACA, DIHARAPKAN FOLLOW AND VOTE TERLEBIH DAHULU ❗❗ Di balik tembok pondok yang sunyi dan penuh disiplin, dua hati mulai mengenal makna perasaan tanpa pernah saling menyentuh secara langsung. Haura Sakira-santri putri yang tenang, cerdas, cantik dan penuh prinsip. Muhammad Yusran Arief-santri putra yang santun, bersahaja, dan diam-diam mencatat setiap hal kecil yang berarti. Mereka bertemu lewat perlombaan antar pondok, saat kata-kata dalam tafsir membuka ruang baru dalam hati masing-masing. Tak ada janji, tak ada rayuan-hanya perasaan yang tumbuh dalam diam, dan doa-doa yang tak pernah disuarakan. Sampai akhirnya, setelah kelulusan dan masa pondok berakhir, takdir membawa mereka pada kejutan yang tidak pernah mereka sangka: perjodohan. Namun kisah ini bukan hanya tentang cinta. Ini tentang kesabaran, pencarian jati diri, perjuangan melawan keinginan, dan bagaimana satu nama bisa disimpan begitu dalam ... dalam sujud-sujud yang panjang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines