Serra May,
Seorang gadis yang baru saja menginjak usia 16 tahun harus dihadapkan dengan kenyataan bahwa Mamanya sakit dan harus merenggang nyawa dihadapannya karena ada dua orang yang tiba-tiba masuk dengan pakaian dokter dan suster membunuh Mamanya dan membuatnya pingsan.
Saat Serra terbangun, Ia sudah ada disebuah penjara bawah tanah dengan kaki yang dirantai. Muncullah seorang pria tua dan dari perawakannya Serra langsung sadar bahwa Ia adalah pria yang Mama Marie katakan.
Disinilah Serra dikurung dan disiksa selama 4 tahun oleh Robert dan pacarnya. Dalam waktu dua hari lagi Serra akan dijual ke Boss Robert karena dirinya sudah tidak berguna lagi.
.
.
Dimalam hari saat semua orang terlelap.
"Kamu menarik, mau membuat kontrak denganku?" kata orang misterius itu dengan suara baritonnya.
"Kamu mau bebas dari sini bukan? Buatlah kontrak denganku dan keinginanmu akan ku penuhi tetapi sebagai balasnya kau harus menyerahkan semuanya milikmu kepadaku"
"Kalau kamu mau maka mari buat perjanjian dengan darahmu" kata orang misterius.
Serra yang sejak tadi terdiam mendengar semuanya mengulurkan tangannya dan hal itu membuat orang misterius didepannya tersenyum jahat.
.
.
***
53 Kapitel Abgeschlossene Geschichte Erwachseneninhalt
53 Kapitel
Abgeschlossene Geschichte
Erwachseneninhalt
SEQUEL "ALEXIO"
[FOLLOW DULU SEBELUM BACA!]
DON'T COPY MY STORY❌️‼️
18+
Buat yang baru baca, kalian bisa baca Alexio dulu sebelum baca Edeline, biar kalian paham alurnya, xx.
***
Setelah lima tahun, Edeline hidup seperti orang yang berbeda. Dunia gelap yang tidak pernah ia sentuh sebelumnya. Kini ia harus benar-benar terlibat di dalamnya. Aroma darah, dan kematian menjadi hal biasa yang ia lihat.
Sampai suatu ketika ia dihadapkan pada pilihan yang sulit. Haruskah ia kembali pada seseorang yang selalu mengisi harinya? atau justru ia harus menyerah?
***
"Shit!" pekik Edeline ketika tembakannya meleset cukup jauh.
Seketika itu ia menoleh, dan melihat seseorang yang menjadi penyebab tembakannya meleset. Jade menyengir kecil sebelum ia membawakan sesuatu untuk Edeline.
"For you," ucap Jade dengan senyum lebarnya, berharap Edeline akan memaafkannya kali ini.
Edeline hanya memutar bola matanya, sebelum ia melanjutkan latihannya. Perempuan itu begitu fokus sampai ia tidak peduli akan apa yang dikatakan Jade setelahnya.
***
"X," ucap Edeline pada akhirnya.
Alexio yang mendengar itu tersenyum miring.
Hal inilah yang ia inginkan sedari tadi. Gadis itu yang memohon dengan memanggil namanya.
"Yes, I'm your X." Bisik Alexio seraya mengecup cuping telinga Edeline.