Pengantin Ge-Moi

Pengantin Ge-Moi

  • WpView
    Reads 13,179
  • WpVote
    Votes 1,955
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Oct 2, 2025
"Kak Geee...! Pasta Gigi udah abis!" "Kak Geee...! Angkatin galon, dong!" "Kak Geee...! Beliin kinderjoy...." Genta Maheswara pusing setengah mati. Tiada hari dilaluinya, tanpa seruan dan rengekan Moiza Relia. Padahal, sebelum menikah dengan cewek itu, hidup Ge aman-aman saja. Damai sentosa. Namun, sejak kehadiran Moi, dunia Ge sama berisiknya dengan balon pecah. Kalau bukan karena wasiat almarhum Oma, mungkin Ge sudah mendepak Moi sejak lama. Moi itu keterlaluan. Sudah jadi seorang istri, masih saja merasa bocil. Sudah jadi anak kuliahan, masih saja menyusahkan!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Little Wife [END/COMPLETE]
  • TITIPAN HATI (END)
  • 𝐔𝐧𝐩𝐫𝐞𝐝𝐢𝐜𝐭𝐚𝐛𝐥𝐞
  • °メDipaksa Kawinメ° [SELESAI]~
  • SEN KANAN BELOK KE HATIMU (END)
  • Cinta Dikejar Deadline
  • After Wedding?
  • Gendhis "Sang Jomlo Legend"
  • LOVERA
  • Mawar Hitam Berdarah

High Rank #5 in comedy [26/06/20] #1 in comedy [13/07/20] #2 in comedy [20/07/20] [29/07/20] #3 in comedi [28/07/20] #1 in wife [20/07/20] #10 in romance [06/12/20] #5 in romance [06/12/20] "Om Bram, Shiryl Hamil." Empat kata yang dengan ringan dilontarkan oleh seorang gadis dalam balutan seragam SMA itu membuat Bram reflek tersedak. Bramantyo, duda beranak satu itu memandang putri sahabatnya dengan mata melotot, seolah kedua mata itu akan keluar dari tempatnya. "Kamu nggak minum obat yang waktu itu om kasih?" tanya Bram dengan nada rendah, takut-takut kalau ada yang mendengarnya. Shiryl, gadis yang nampak asyik menikmati ice cream nya ity terkekeh tanpa dosa. "Waktu itu Shiryl minum kok om, tapi abis itu Shiryl muntah, soalnya biasanya Shiryl minum obatnya digerus pake sendok dulu." Bram menepuk jidatnya frustasi. Ya Tuhan, gadis di depannya ini bahkan belum genap berusia tujuhbelas tahun, sedang dirinya sendiri sudah kepala tiga. Apa Jadinya kalau mereka menikah? "Kita ketemu Papah kamu sore ini, setelah jemput Adel les piano." "Kita NIKAH" SHIRYL ATMAJA OMARA (16 thn) BRAMANTYO DEVIR (33 thn)

More details
WpActionLinkContent Guidelines