Renungan Zaman (On Going)

Renungan Zaman (On Going)

  • WpView
    Reads 207
  • WpVote
    Votes 24
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Oct 19, 2020
WpInfo
Fiction
Historical
Cinta yang tepat. Waktu yang salah. Mungkin inilah yang dialami Pandji saat itu. Hidup di zaman akhir kolonialisme di Indonesia dimana politik etis mulai diterapkan, namun mindset masyarakat Hindia Belanda masih terjebak dalam stratifikasi sosial membuatnya berada didalam posisi yang membingungkan. Pandji mencintai gadis belanda bersekolah bersamanya di HBS, namun keadaan saat itu tidak memungkinkan. Pandji juga terjebak dalam pergolakan kebangkitan nasional, dimana ia sebagai seorang pribumi terpelajar memiliki tanggung jawab moral untuk memperbaiki keadaan bangsanya Kisah ini adalah sebuah ironi dari perjalanan kolonialisme di Indonesia. -Selamat menikmati-
All Rights Reserved
#6
buitenzorg
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  •  𝐄π₯π’π³πšπ›πžπ­π‘ [END]
  • " OLD BODY NEW SOUL "
  • di bawah langit hindia
  • Cinta Di Jogja [Terbit]
  • Ellie's Redamancy
  • VARBODEN [BL]
  • Past Love Part 1
  • {END}Gadis Berkerudung dari Teras Timur

Sepenggal kisah asmara bertolak belakang. Antara penjajah dan yang terjajah... Elizabeth van de Berg, dalam tubuhnya mengalir darah Belanda yang merajai Hindia Timur lebih dari tiga abad. Tak ada yang tak mengenal Letnan Jenderal van de Berg di kota itu. Yang tersohor kaya raya sekaligus gila hormat. Namun putri sulung mereka, memilih melabuhkan hatinya pada seorang pribumi. Pribumi adalah budak konon tidak layak bersanding dengan kasta kaum Eropa. Hamparan tanah kaya Hindia-Belanda dimana kerajaan Ratu Wilhelmina berkuasa, menciptakan suatu kisah manis sekaligus menyesatkan. ❝ Eliza, bagaimana aku meratukanmu sedangkan kamu adalah bangsawan dan aku rakyat jelata.❞ - Mohammed Akbar Soebardjo, 1930 [ π‡π’πœπ­π¨π«π’πœπšπ₯ - π…π’πœπ­π’π¨π§ ] CERITA SUDAH TERBIT, PART MASIH LENGKAP. VERSI CETAK LEBIH PANJANG.

More details
WpActionLinkContent Guidelines