Renungan Zaman (On Going)

Renungan Zaman (On Going)

  • WpView
    LECTURAS 202
  • WpVote
    Votos 24
  • WpPart
    Partes 4
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, oct 19, 2020
Cinta yang tepat. Waktu yang salah. Mungkin inilah yang dialami Pandji saat itu. Hidup di zaman akhir kolonialisme di Indonesia dimana politik etis mulai diterapkan, namun mindset masyarakat Hindia Belanda masih terjebak dalam stratifikasi sosial membuatnya berada didalam posisi yang membingungkan. Pandji mencintai gadis belanda bersekolah bersamanya di HBS, namun keadaan saat itu tidak memungkinkan. Pandji juga terjebak dalam pergolakan kebangkitan nasional, dimana ia sebagai seorang pribumi terpelajar memiliki tanggung jawab moral untuk memperbaiki keadaan bangsanya Kisah ini adalah sebuah ironi dari perjalanan kolonialisme di Indonesia. -Selamat menikmati-
Todos los derechos reservados
#466
indonesia
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Paradigma
  •  𝐄𝐥𝐢𝐳𝐚𝐛𝐞𝐭𝐡 [END]
  • Let Me Love You [TERBIT]
  • VARBODEN [BL]
  • Cinta Di Jogja [Terbit]
  • Ellie's Redamancy
  • Cinta Nyai Ragajampi (READY) Diterbitkan oleh LovRinz Publishing
  • Maula dan Nicolas
Paradigma

Riette von Lindmann mendapat surat pindah tugas ke Malang. Baginya sangat tidak masalah karena di mana pun berada tempat itu pasti berada dalam kendalinya. Sampai suatu saat Riette menangani kasus pribumi yang sayangnya membuat Riette terjerat pada sikap impulsif dan menginginkan gadis itu seutuhnya. "Namamu Siti?" "Udah gue bilang nama gue Kaluna, bukan Siti!" *** Kaluna Nareswari, seorang mahasiswi yang berniat menghabiskan liburan semester di kampung halaman tiba-tiba mengalami kejadian spektakuler. Kereta api yang ditumpangi membawanya pergi ke Malang, tapi bukan di tahun 2025 melainkan tahun 1936. Sadar jika dirinya terlempar di masa kolonialisme, Kaluna mulai bertahan hidup dan berusaha memperkaya dirinya sendiri. Sayangnya, sifat serakah itu membuahkan hasil yang buruk pula. Kaluna harus berurusan dengan seorang Mayor yang tampan dan gagah, sehingga memancing sifat serakah timbul dari yang seperlunya. Jika biasanya para orang tua melempar anak gadis menjadi nyai demi sekantong gulden, tapi itu tidak berlaku bagi Kaluna. Tidak perlu dilempar karena Kaluna telah terjatuh dalam pesona pria Belanda. Dapatkah ia mewujudkan keinginannya menjadi seorang nyai di tengah gempuran masyarakat yang mengutuk setiap wanita pemuja pria Belanda? *** © solche/vanji

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido