Ketika dunia hanya milik si cantik.
Memiliki teman cantik dan populer mungkin merupakan impian sebagian besar pelajar. Dimana setiap berjalan, maka seluruh mata akan memandang. Selain itu, teman pun akan berdatangan dengan sendirinya. Ya, bahasa kasarnya sih, bisa numpang tenar.
Namun sayangnya hal itu tidak berlaku bagi Aylin Azalea. Berteman dari orok dengan cewek kelewat cantik seperti Flara malah membuat Aylin hampir tekanan mental.
Pertama, dia jadi sering dibandingkan soal penampilan.
Kedua, menjadi jones alias jomblo ngenes, karena setiap cowok yang Aylin taksir pasti menyukai Flara.
Ketiga, Aylin mendadak menjadi tukang pos. Alias setiap hari menghantarkan surat dari cowok-cowok yang naksir Flara.
Dan hari ini, diusianya yang sudah menginjak 16 tahun, Aylin mendadak ingin tau rasanya pacaran. Ingin tau rasanya uwu-uwuan.
Setiap lihat Flara yang lagi mojok sama cowok kesekiannya, Aylin cuma bisa membatin.
"Ya Allah, orang lain terus. Aku kapan?"
Hingga akhirnya, seseorang datang.
Namun sikapnya malah mengundang keraguan, dan membuat Aylin bertanya-tanya.
Sebenarnya dia datang untuk Aylin atau untuk Flara?
"Makan dulu abisin, tunggu gue bayar baru lo minta putus. Biar lu nggak usah bayar bill."
Sikap Revan kepada Nafa kalau kata orang bukan seperti seorang pacar, melainkan musuh.
"Semalem aku pulang jam 2 malem, jadi nggak balas chat kamu. Maaf ya yang mulia."
"Siapa yang izinin lu keluar malem malem sama si Haji?"
Namun perlahan Nafa mengerti kenapa Revan seperti itu pada Nafa dan saat Revan bertemu dengan Zahra sikapnya 180 derajat berubah. Apakah Nafa hanyalah pelampiasan? Apakah hubungan Zahra dengan Revan belum selesai? namun jika belum selesai kenapa Revan nekat untuk menikahi Nafa?