Story cover for DINA by rengginang20
DINA
  • WpView
    Reads 550
  • WpVote
    Votes 252
  • WpPart
    Parts 6
  • WpView
    Reads 550
  • WpVote
    Votes 252
  • WpPart
    Parts 6
Ongoing, First published Sep 21, 2020
Dina Ardina adalah sebuah nama unik yang di berikan oleh kedua orang tuanya ketika ibunya melahirkannya sebagai anak pertama. Kebahagian terus mengalir kepada dirinya selama bertahun - tahun. Suatu ketika saat Tuhan membolak - balikan hati kedua orang tuanya itu, mereka memutuskan untuk bercerai.

Waktu terus berjalan seiring perputaran bumi mengelilingi matahari. Dina menemukan kebahagiannya. Tanpa rasa curiga di dalam benaknya ia memutuskan membuka hati untuk seorang lelaki pujaannya.

Namun siapa sangka, kedua kalinya Dina harus menguatkan kakinya untuk menerima sebuah kenyataan. Tertampar oleh fakta bukanlah hal yang mudah. 


-----------------------***********-------------------


"kita tidak akan pernah mengerti ternyata rencana tuhan itu lebih menyakitkan" - Dina

"kamu yang tidak pernah menoleh ke arah ku berada tepat di depan mu. Mengapa kau terus saja menoleh kebelakang ?" - Raka

"Bahkan, saat sudah memiliki seseorang. Aku masih melirik dirimu" - Alva







abang Rengginang gabut guys, WFH gini gatau lagi mau ngapain, jaga kesehatan ya sayang ❤
All Rights Reserved
Sign up to add DINA to your library and receive updates
or
#72dina
Content Guidelines
You may also like
My Name Is Erwinda by Ka_Erwin
11 parts Complete
"Ayah!" ujar gadis kecil dipelukan Danu. "Aku sayang, Ayah!" ucapnya lagi, dan kali ini Danu benar-benar terharu. Baru kali ini ia dipanggil dengan sebutan Ayah di umurnya yang hampir kepala tiga. Danu mempercepat langkahnya menuju puskesmas terdekat, mengingat gadis itu sudah banyak kehabisan darah, lemas. Saat tiba di depan gedung putih dengan papan nama 'Puskesmas' yang terpasang di bangunan itu, gadis kecil tersebut tidak sadarkan diri lagi hingga ditangani oleh Dokter yang datang dari kota. "Apa anda ayahnya?" tanya sang Dokter usai memeriksa keadaan gadis malang itu. "Hm, a--aku... Aku bukan ayahnya ataupun keluarganya." jawab Danu. "Keponakan saya menemukannya di hutan saat kami mencari kayu bakar!" sambungnya takut dikira penculik apalagi pembunuh oleh orang lain, sungguh ia tak sekejam itu. "Oh, baiklah ikut ke ruangan saya!" Dokter menjelaskan bahwa gadis yang ia temukan itu sekarang sudah membaik, ia sangat bersyukur Danu membawanya tepat waktu kalau tidak mungkin nyawanya sudah melayang. ____ "Aku Arin, namamu siapa?" tanya keponakan Danu pada gadis yang baru pertama kali ia bawa berkeliling semenjak gadis itu dirawat. Gadis itu hanya terdiam, karena sudah lama menunggu uluran tangannya diterima Arin segera menurunkannya. Gadis itu nampak bingung, yang ia ingat hanyalah ayah. Padahal yang ia panggil ayah bukanlah ayahnya, sungguh prihatin. "Erwinda, namamu Erwinda." ucap Danu membuat semua tercengang, termasuk Dani adiknya. "Istrimu, itukan nama istrimu," ujar Arum adik iparnya itu. "Ya, kurasa nama itu cocok untuknya!" senyum kini terlukis di wajah Danu, sebelumnya hanya ekspresi datar yang ia tunjukkan setelah kepergian Erwinda istrinya. Gadis Itupun ikut tersenyum, sepertinya ia menyukai nama yang diberikan kepadanya.
Raga Arga  [Sudah Terbit] by aksara_jiwa
54 parts Complete
Jika ditanya apa yang spesial dari kehidupan si kembar, Raga dan Arga, mungkin jawabannya tidak ada, andai keduanya tidak pandai-pandai bersyukur. Bagaimana tidak, kepergian sang bunda menjadi titik awal kehidupan mereka yang sesungguhnya. Getir pahit melekat di dalamnya. Arga disalahkan oleh neneknya atas kepergian sang bunda. Lantas rasa bersalah dan trauma yang begitu besar terpatri kuat dalam dirinya, sejak saat itu hidupnya berubah seiring dengan jiwa yang bergonta-ganti mengisi raganya. Kadang, ketika bangun tidur Arga akan merengek layaknya anak kecil yang mencari bundanya. Kadang juga Arga menjadi sosok yang membenci dirinya sendiri, menghancurkan cermin yang ada di kamarnya, lalu berujung menyakiti dirinya sendiri. Raga, nyatanya wajah tampan dan unggul dalam basket tak lantas membuatnya dipandang. Bagi teman sekelasnya, Raga tak lebih dari sampah yang harus cepat-cepat dibersihkan. Bukan Raga tak mau melawan mereka, hanya saja rasanya percuma, mereka terlanjur menjadi budak sekolah yang gila nilai. Lalu, mampukah keduanya menjalani dan melawan segala getir pahit dalam kehidupan? Atau memilih menyerah, berpasrah pada Tuhan? *** Bukan skenario hidup seperti ini yang aku inginkan, memerani tiga tokoh sekaligus dalam satu kali kesempatan hidup. Andai bisa aku ingin terlahir kembali menjadi aku yang hanya satu- Samudra Arga Pratama Aku lelah menjadi senja yang ditunggu dan dikagumi di penghujung waktuku-Samudra Raga Dwitama *** Takkan gugur daun yang menguning itu jika memang belum habis waktunya. Takkan turun rintik hujan itu sekalipun langit telah menggelap jika memang belum saatnya. Pun dengan jantung yang takkan berhenti berdetak jika memang Tuhan belum berkehendak.
You may also like
Slide 1 of 9
ARGA cover
AURORA [END] cover
ALDIR cover
My Name Is Erwinda cover
Forever Alone (Sudah Terbit)  cover
ARLITA [Selesai] (Terbit)  cover
The End of Keyra's Revenge cover
My Posesif Brother cover
Raga Arga  [Sudah Terbit] cover

ARGA

16 parts Complete

Cinta itu sulit untuk dimengerti karena cinta yang indah harus dimiliki bukan disia-siakan - { BELUM REVISI } *perhatian* [ Cerita ini banyak penulisan yang belum saya paham . maka dari itu banyak kesalahan saat saya penulis (typo) karena saya malas untuk mengubah / edit saya akan edit setelah cerita ini selesai ] terimakasih❤😊 Arga Pratama samuel.Cowok berparas tampan yang mampu menarik semua kaum wanita. jika kamu jadi arga siapakah yang akan kamu pilih sahabat atau pacar? Arga selalu memprioritas sahabatnya , sahabatnya memiliki kanker otak dan arga sudah berjanji kepada orang tuanya arga akan tetap menjaganya. Arga terlalu sulit untuk memilih karena mereka berdua adalah nyawa bagi arga.. Sehingga gadisnya arga pun mencoba memahami kaadaan saat ini Tetapi siapa yang tahu perasaan gadisnya arga terluka? . . Gimana kelanjutan cerita mereka? Happy reading!