Dua Pilihan(Deva Kiara)

Dua Pilihan(Deva Kiara)

  • WpView
    Reads 9,179
  • WpVote
    Votes 379
  • WpPart
    Parts 34
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 13, 2026
Seperti istri simpanan. Merahasiakan pernikahan bukanlah sesuatu yang mudah. Menikah terpaksa dengan laki laki yang memiliki hubungan dengan perempuan lain membuatnya mengorbankan perasaan sekian kalinya. Dimasa kuliah menikah dengan orang yang di benci membuat kesepakatan untuk merahasiakan pernikahannya. Kiara menikah dengan Deva. Tetapi mereka menjalani kehidupan mereka masing masing. Membiarkan suaminya tetap bersama perempuan lain. Dan ia tetap dengan kehidupannya seperti sebelumnya. Karena keluarga suaminya tidak pernah menerima kehadirannya. Tapi apa ... Deva dan Kiara malah terjebak perasaanya masing masing. Karena mereka tinggal di atap yang sama. Dan ketika mereka mengungkapkan perasaannya satu sama lain. Deva harus bertunangan dengan perempuan lain. Perempuan yang setara dengan suaminya. Apa yang bisa dilakukan Kiara ......saat ibu mertuanya sendiri membencinya. Padahal ia saat ini sedang hamil. "Tapi apa lo rela berbagi suami sama orang lain?" Kiara tersenyum tipis"Seperti yang lo tau sekarang dan liat gue. Itu terlalu menyakitkan"
All Rights Reserved
#2
live
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SAH (Menikah Dengan Mantan)
  • After Wedding [END]
  • Tenggelam Dalam Dasar [END]
  • Dunia Selalu Ingin Bercanda
  • Destination Wedding
  • Anak Kembar sang Presdir [END]
  • SURYA DI SURALAYA✔️
  • THE FIND LOVE
  • A6 FAMILY

Amel di tawari uang senilai dengan jumlah yang harus ia bayar pada rentenir, sementara itu Evan ingin imbalan dari gadis di depannya, tentu saja... tidak ada yang gratis di dunia ini, Evan ingin Amel menjadi pengantinnya. "Kita tidur seranjang lagi?" Amel menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Merasa kikuk dengan pertanyaannya sendiri. Kenapa ia merasa malu? "Kamu mau kita pisah ranjang?" Amel melongo, kemudian mengibaskan tangannya, "bukan gitu maksud aku!" "Ya, terus gimana?" "Kita pisah kamar aja?" "Loh kenapa?" Evan bertanya bingung. "Ranjangku cukup kok buat kita berdua," ucap pria itu, sedikit mengulas senyum tipis kala melihat Amel sedikit gelagapan. "Bukan gitu, Van..." "Ya gitu gimana sih, Mel? Ga paham aku," jelas Evan. "Kita kan cuma nikah kontrak," ujar Amel sambil bercicit di akhir kalimat, hatinya merasa tidak nyaman mengucapkan kalimat itu, bukankah dulu itu keinginannya? "Yang kontrak itu kan perjanjiannya, nikahnya Sah kok, Mel! Nggak salah kalau kita tidur bareng." Amel terdiam. Merasa kalah telak dengan ucapan Evan. Pernikahan mereka Sah, secara hukum dan agama. Yang kontrak hanya perjanjiannya saja. Amel termenung. Benar juga. Lalu, apakah mereka akan menemukan bahagia di antara lika-liku rumah tangga?

More details
WpActionLinkContent Guidelines