Tentang Kamu

Tentang Kamu

  • WpView
    Reads 207
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Oct 30, 2020
Adanya kamu itu sudah mampu membuatku baik-baik saja.Jauh lebih baik. Aku tidak butuh siapapun lagi.Cukup kamu. Tatapan hangatmu, Senyum teduh, Tawa yang menenangkan, Obrolan yang menenangkan, Ummm.Rasanya ga pernah habis untuk mendeskripsikan kamu.Kamu itu penuh kejutan.Penuh warna.Istimewa. Kamu memang bukan motivator.Tapi setiap kalimat motivasimu selalu saja mengalahkan segala resah dan gundah. Kamu memang bukan penyair.Tapi setiap diksi yang kamu buat tidak pernah gagal membuatku merasa istimewa. Kamu memang bukan orang lain.Kamu.Sayuti Aditya Rawaindra.Si penenang ulung.
All Rights Reserved
#10
cahya
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • YOU
  • Love Story
  • Your Sweet Smile
  • Pluviophile And Memories
  • KENANGAN INDAH BERSAMAMU
  • HIJRAH MAHABBAH
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • SELAMA ITU KAH, APAKAH  KAU AKAN KEMBALI?
YOU

Cerita lepas tidak dari sequel manapun ⚠⚠⚠ MENGANDUNG UNSUR DEWASA DAN KEKERASAN. 19+ Malam Biru Kanandrea Bertemu kamu adalah hal yang tak pernah aku duga, apalagi untuk dicintai lelaki seperti kamu yang tak pernah aku bayangkan. Beribu rasa sakit hati, amarah, kekecewaan semuanya bercampur menjadi satu. Tapi aku tak pernah sadar, jika diam-diam aku mencintai kamu. Namun saat aku sadar, semuanya sudah berakhir. Kamu pergi, kamu menghilang disaat aku tahu alasanmu sebenarnya. Akas Delvin Baruna Menunggumu di tempat yang sama membuatku lelah, mengagumimu diam-diam tanpa berani kuungkapkan cinta membuatku tahu bagaimana arti dari menunggu. Sebab kamu tak akan pernah tahu seberapa sakitnya aku melihatmu dengannya, aku hancur. Apalagi saat aku tahu dia ingin melukaimu, aku tak tega Sayang. Tapi kamu tahu? Perasaan cinta ini seiring dengan kebencianku padamu. Aku harap kamu akan mengerti suatu saat nanti. Sering aku bertanya pada sang Waktu, kenapa aku begitu mencintaimu? Kenapa? Padahal kamulah alasanku menderita selama ini. Tapi kenapa? Kenapa kamu tak pernah sadar jika rasa cintaku itu hanya untuk kamu? Kamu membenciku, kamu membuatku berlaku kasar padamu padahal aku tak ingin. Apakah kamu lebih bahagia jika kulepaskan? Maka pergilah, pergilah sejauh yang kamu bisa. Aku tak akan mengejarmu lagi. ©copyright_2019

More details
WpActionLinkContent Guidelines