We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Minyak dan Api Cinta

Minyak dan Api Cinta

  • WpView
    Reads 19
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 27, 2020
WpInfo
Non-Fiction
"AKU! SUDAH! GAK! ADA! RASA! LAGI DENGANMU! " tuturnya dengan tegas, lalu nadin memalingkan wajahnya. diri ini terbawa sendu lalu membisikan tiga patah kata "adakah laki-laki lain? " balasku dengan pasti. tatapan nya gelisah, menjawab layaknya perempuan lain yang di hujani pertanyaan yang tepat mengenai jantungnya "GAK! Semenjak hari kamu luapin emosimu itu rasa itu telah hilang! sembari terus melihat kearah ku dengan tatapan marah. diri ini yang masih menyimpan banyak rasa sayang, untuk sepetir perasaan yang tiba-tiba menghilang, rasanya cukup ganjil. Diri ini terus menjelaskan dengan hati kami yang beregoisasi, beragumen lusuh tak ada solusi untuk melanjutkan pelayaran di Samudera cinta yang tak bertepi. percakapan kami yang alot dihari itu tak membuahkan hasil hanya menyisakan rasa bimbang dan egois. Entah kenapa permainan merangkai cinta begitu tak biasa untuk ku, hanya berakhir sebuah hubungan yang beririskan belati di hati, tersakiti oleh senandung cinta orang lain pada hati wanita yang dekat denganku. aku hanya pulang dengan fikiran dan hati yang berkecamuk, riuhnya pun tak dapat diredam. sepeda motor yang ku kendarai berjalan dengan awak tanpa pikiran dan hati menuju rumahku. Dalam sepi ku hanya bergumam "Mungkin, aku yang terlalu dini di usia muda tanpa apa-apa dan bukan siapa-siapa untuk menoreh cinta, bagaikan minyak dan api cinta, diri ini yang selalu terbakar dan habis dilahap oleh ganasnya api cinta itu, hingga menyisakan sedikit bumbu penyesalan dan dendam." kisah sebuah intuisi hati didalam perjalanan bersua dengan berberapa hati, menetap dan pergi, menyikapi lalu tersakiti, namun yang pasti perasaan diri ini selalu teralihkan pada tiap-tiap kelopak-kelopak indah pandangan, dan perhatian wanita yang diri ini terlalu lancang menafsirkan "CINTA"
All Rights Reserved
#529
gadis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lubuk Aksara
  • Human Sangean (Reyreen Couple)
  • reza the fak boi
  • Namanya Dallas
  • UNDER CONSTRUCTION
  • PERFECT BOY [21+] END
  • Maria Broken Heart To My Love(Slow Update)

WARNING!!! BELUM REVISI Airin merupakan wanita berumur kepala tiga yang berstatus lajang. Ketika teman-teman sudah memiliki buntut dia masih betah sendiri, menikmati masa sendirian. Dia bekerja di sebuah penerbit buku yang lumayan besar di kotanya. Dia hidup berdua dengan sang ibu sehingga dia memilki kesan yang cukup cuek dan juga tidak perduli dengan sekitar. Tinggal di ibu kota membuat dia juga semakin membatasi diri dengan lingkungan yang lain. Airin betah melajang di umur kepala tiga dan itu membuat ibunya sakit kepala yang luar biasa. "Mu sampai kapan, kamu tetap akan melajang?" aku menghela nafas dengan kasar sembari meneruskan satu persatu kata yang mulai ku tulis. "Nanti Bu." jawabku dengan mengetik kembali tulisan yang apa yang aku sudah pikirkan. "Kau bukan remaja lagi, tapi kau sudah dewasa. Jangan terpuruk itu sudah lama tapi kamu masih berada di lingkaran setan terus menerus?" aku terdiam sejenak lalu tetap melanjutkan setiap kata yang terpikirkan olehku dan menghiraukan ucapan dari Ibuku. Itulah perdebatan antara anak dan Ibu yang selalu menanyakan, "kapan aku menikah," dan juga "kapan aku bisa bangkit dari masa lalu yang kelam?" Aku benci pertanyaan itu, jika yang bertanya bukan Ibuku pasti aku ku lempar menggunakan sepatuku. Andaikan Ibu tahu bahwa sejak itu pula aku membenci lelaki dan juga aku sangat malas dekat dengannya. 24-02-2024 Berondong 8/585 10-03-2024 Pendek 11)4,6 ribu

More details
WpActionLinkContent Guidelines