Daniel
  • WpView
    Leituras 387
  • WpVote
    Votos 217
  • WpPart
    Capítulos 10
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização sex, set 17, 2021
WpInfo
Ficção
Romance
[Follow Sebelum Membaca] "Hai!" "Hai!" Daniel memerhatikan gadis itu dari atas sampai bawah. Pakaian nya sangat rapi, rambut nya diikat. Sangat kontras dengan Daniel yang berantakan. "Tipe murid baik!" desah nya dalam hati. "Eh, kau murid baru, ya?" tanya gadis itu. "Rasa nya aku belum pernah melihatmu!" Daniel tersenyum kecil. "Ya! Baru pindah hari ini!" "Kalau begitu, selamat datang!" kata nya lagi. Daniel mendesah. Dia tidak mau bergaul dengan murid seperti gadis di hadapan nya. Terlalu membosankan. "Nggak usah bersikap ramah!" tegas Daniel. Kata-kata itu membuat gadis tadi kaget. "Kenapa?" Daniel menatap nya tajam. "Kau akan tahu satu atau dua minggu lagi, saat kau mengucapkan selamat tinggal padaku!" Setelah itu Daniel membalikkan tubuh nya dan berjalan keluar dari ruangan. Sementara itu Arania, si pemain piano, tertawa perlahan, Baru kali ini dia bertemu cowok yang sikap nya lain dari yang lain di sekolah nya ini.
Todos os Direitos Reservados
#2
coplegoals
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Essentialy Love (SELESAI)
  • Karena Kamu Rumahnya
  • Vous Me Voyez? ✔️
  • Rannia√
  • ARETHA-VI // SELESAI✔️
  • Eccedentesiast (Complete)
  • LAVENDER
  • PUTRI & PANGERAN[TAMAT]
  • Bendahara Vs Bad Boy [Terbit]
  • DAKSA [END]

"Masih gak mau balikin?" Tanya seorang lelaki tampan dengan senyum sinis tipis nya. Disisi lain, seorang gadis terjepit diantara kedua tangan lelaki tersebut dengan pipi yang sudah merah merona dan wajah yang sudah tidak karuan, gadis itu menelan susah payah salivanya. "L-lo apa apaan sih?! Minggir, gue mau lewat!" Seru gadis tersebut sambil mendorong dada bidang lelaki tersebut. Tapi percuma, lelaki di depan nya ini tak sedikitpun berkutik. "Balikin dulu!" Gadis itu menarik nafas panjang sebelum menjawab, "Nih, ambil barang gak berguna lo" Setelahnya, gadis tersebut langsung menyerahkan sebuah handphone beserta headset kepada lelaki di depan nya. Sambil mendengus, gadis berambut kecoklatan itu mendorong kasar tubuh lelaki di depannya dan langsung berlari keluar kelas. 🍀🍀🍀 Bukan tentang seorang badboy yang bertemu seorang gadis populer yang cantik dan di kagumi oleh satu sekolah. Hanya saja, cerita ini mengajarkan untuk menghargai waktu yang ada. 🌸🌸🌸

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo