Story cover for Daniel by vonyyuliastuti16
Daniel
  • WpView
    LECTURAS 387
  • WpVote
    Votos 217
  • WpPart
    Partes 10
  • WpView
    LECTURAS 387
  • WpVote
    Votos 217
  • WpPart
    Partes 10
Continúa, Has publicado sep 22, 2020
[Follow Sebelum Membaca]

"Hai!" 
"Hai!" Daniel memerhatikan gadis itu dari atas sampai bawah. Pakaian nya sangat rapi, rambut nya diikat. Sangat kontras dengan Daniel yang berantakan. "Tipe murid baik!" desah nya dalam hati. 
"Eh, kau murid baru, ya?" tanya gadis itu. "Rasa nya aku belum pernah melihatmu!" Daniel tersenyum kecil. 
"Ya! Baru pindah hari ini!" 
"Kalau begitu, selamat datang!" kata nya lagi. 
Daniel mendesah. Dia tidak mau bergaul dengan murid seperti gadis di hadapan nya. Terlalu membosankan. "Nggak usah bersikap ramah!" tegas Daniel. Kata-kata itu membuat gadis tadi kaget. 
"Kenapa?" Daniel menatap nya tajam. 
"Kau akan tahu satu atau dua minggu lagi, saat kau mengucapkan selamat tinggal padaku!" Setelah itu Daniel membalikkan tubuh nya dan berjalan keluar dari ruangan. 
Sementara itu Arania, si pemain piano, tertawa perlahan, Baru kali ini dia bertemu cowok yang sikap nya lain dari yang lain di sekolah nya ini.
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir Daniel a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#33frends
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Because ILY [Completed] de RikaAnanda786
51 partes Concluida
Akhirnya pintu terbuka sempurna menampilkan Sadena yang tengah terbaring lemah di atas ranjang rumah sakit penuh infus dan beberapa alat untuk membantu nya bernafas, Qalesya menarik nafas panjang setelah melihat cowok yang tengah tertidur di samping ranjang Sadena sambil memegang tangannya. Qalesya mematung di tempat membelalakan matanya apakah yang ia lihat ini sungguh sungguh. "Qalesya, sebentar tante bangunin dulu Ardano nya ya sayang" Ardano terbangun sambil mengucek mata nya tapi tangan kanan nya masih menggaet tangan Sadena. "Ss-Sya" Ardano mengerjap dan langsung melepaskan genggaman tangan nya, setelah itu ia beranjak bermaksud mendatangi Qalesya "Sya gu-gue" Ardano meneruskan langkah nya ke arah Qalesya yang membisu Qalesya cewek itu melangkah mundur dengan mata yang berkaca kaca, jelas sekali Ardano melihat mata cewek yang selama ini ia sayangi tengah berkaca kaca, tapi mengapa ia memperlakukan Sadena sebegitu nya? Qalesya memutar badan nya bermaksud ingin keluar dari ruangan itu tapi dengan cepat Aradano langsung menarik pergelangan Qalesya "Sya dengerin gue" Ardano tetap menahan Qalesya, ternyata dengan satu hentakan tangan Qalesya berhasil membuat tangan nya terlepas dari tarikan Ardano Cewek berseragam Sma itu berlari di koridor rumah sakit, baru beberapa langkah berlari air mata nya sudah berhasil lolos dan membasahi pipi nya Ardano cowok itu mengacak rambut nya gusar, kali ini adalah kali pertama Qalesya menangis karena tersakiti atas sikap Ardano. Tanpa pikir panjang Ardano langsung mengejar Qalesya "Sya dengerin gue dulu" "Apa? Lo mau bilang apa? Apa lo mau bilang ga ngabarin gue karena hp lo mati, ga bawa charger, lo seneng berduaan sama Sadena? Lo lupa sama gue? Oiya gue bukan siapa siapa lo juga ngapain lo harus ngabarin gue Duh Qalesya bego banget si lo percaya sama sumpah serapah cinta yang isinya bacotan semua"Qalesya menertawakan diri nya sendiri Qalesya "Sya Sadena itu.." ucap Ardano Langsung aja baca ceritanya yaaaaa
Quizás también te guste
Slide 1 of 10
Love Is Hindered By Time cover
Essentialy Love (SELESAI) cover
Vous Me Voyez? ✔️ cover
RADDAR💑 cover
Eccedentesiast (Complete) cover
Because ILY [Completed] cover
ARETHA-VI // SELESAI✔️ cover
Ranaya cover
LAVENDER  cover
Gardenia | END cover

Love Is Hindered By Time

9 partes Concluida

Dilorong sekolah yang suasananya sangat mencekam. Ditambah suara bising-bising angin. Menambah mistisnya sekolah saat itu. "Rin! Ini aku! Pliss jangan sembunyi! Aku mau bicara Rin"Pinta seseorang. Orang tersebut masuk kedalam kelas dan tiba-tiba 'DUMMM' Suara pintu ditutup keras. Pintu kelas tersebut tertutup sendirinya. Orang tersebut masih tenang. "Rin! Aku tau itu kamu! Aku tau kamu pasti mendengarkan aku. Walaupun aku ga bisa liat kamu. Tapi, pliss dengarin penjelasan aku" Orang tersebut berdiri didekat meja guru. Dia melihat seisi kelas dengan seksama. Saat dia menoleh kearah meja guru yang tepat disebelahnya,dia melihat kehadiran gadis yang ia cari. "Mau apa lo!!" "Pliss Rin balik ketubuh kamu. Kamu ga boleh melewati alam lain Rin! Aku tau kamu sakit hati. Aku tau kamu kecewa sama semua orang. Tapi, ga gini caranya Rin! Apa kamu ga mikir bagaimana mamamu udah lahirin kamu didunia. Dan kamu dengan egoisnya pergi dari dunia sebelum ajal kamu. Ingat! Kamu udah ngelangkahin Tuhan"Orang tersebut menjelaskannya dengan penuh kasih sayang. Air mata berhasil jatuh dari sudut mata Arine. Orang tersebut mau sekali mengahapus air mata itu, tapi tidak bisa. Dia sekarang berbeda dunia dengan Arine. Apalah dayanya.