JODOH salah ngomong

JODOH salah ngomong

  • WpView
    Reads 10,587
  • WpVote
    Votes 596
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadMatureComplete Wed, May 25, 2022
Penasaran? Langsung baca kuyy... Wajib follow akun akooee yah,.. Update gak menentu,.. ___________________________ Pernikahan tanpa cinta tuh gimana sih rasanya? Pasti gak enak banget kan.. Apalagi nikah sama orang yang gak kita kenal plus cuma karena salah ngomong doang,.. Berasa pengen di jahit aja tuh mulut yang asal banget kalau ngomong... Yah, itu semua terjadi pada Andina Putri Prama, Gadis manis yang memiliki senyum indah, berkulit putih, badan tinggi, dan lumayan seksi. Gara-gara sebuah pertemuan yang terjadi pada waktu yang tidak tepat membuat Andin melakukan kesalahan yang berujung pada dirinya harus menikah dengan pria Asing yang sama sekali tidak dia kenal. Pernikahan macam apa yang akan Di jalani Andin ? Jika pernikahan ini saja sudah terhitung kesalahan besar baginya. Penasaran dengan kisah dan masalahnya ? Yuuk, langsung di baca aja.. mari menyelam di dalam rumah tangga Andin yang penuh dengan asam garamnya... Slamat membaca,... ____________________________ "Maksud kedatangan saya kesini adalah," Alvin mengantungkan ucapannya, "meminta izin Bapak untuk lebih mengenal Andin dan serius padanya." Ucap Alvin tenang. Mata Andin membulat sempurna dan mulutnya ternganga lebar kala mendengar ucapan Alvin barusan. "Kamu yakin dengan ucapanmu itu nak ?" Tanya Ayah Andin memastikan. "Saya yakin, sangat yakin." Alvin berucap mantap. "Jadi-" "Andin mau bicara bentar sama dia." Potong Andin dengan memberi isyarat Alvin untuk mengikutinya. "Lo mabok lem yah ?" Sambar Andin saat sudah sampai di taman belakang rumahnya. "sori, maksunya ?" Alvin tak mengerti kemana arah bicara Andin. "Gue gak kenal lo, lo juga gak kenal gue dan sekarang lo main lamar-lamar aja." Emosi Andin. "Loh, kan kamu yang minta saya langsung ketemu Ayah kamu?" Alvin mengangkat alisnya bingung. "Salah saya di mana?"
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 90 Hari Selingkuh
  • Your Secret in Our Marriage (END)
  • Aladin [SELESAI]
  • syanin
  • AMOUR (Mr. Pradipta)
  • DikaRanggi
  • Finding a Soulmate
  • My Annoying Little Wife #WRITONwithCWBP
  • You Got It
  • Stay (Away)

"Aku lelah menjadi orang lain hanya agar dunia merasa aku cukup beruntung. Aku bahkan lupa, bagian mana dari diriku yang benar-benar milikku." - Karenina Sembilan puluh hari menuju pernikahannya, Karenina menyadari satu hal yang mengerikan: ia tidak sedang bersiap menjadi seorang istri, ia sedang dipoles untuk menjadi aset. Aidan-pria yang oleh dunia dianggap sebagai definisi kesempurnaan dan pewaris otoritas dinasti-telah membangun sebuah sangkar emas yang begitu megah hingga Karenina lupa bagaimana cara mengepakkan sayapnya sendiri. "Kamu itu hanya perlu tetap indah dan tenang. Biarkan aku yang merancang seluruh peta hidup kita." - Aidan Lalu muncul Bintang. Seorang petualang yang mencintai perjalanan melebihi tujuannya. Ia adalah antitesis dari segala kekakuan yang mengepung Karenina. Baginya, Bintang adalah personifikasi dari kebebasan yang hilang. Ia bahkan berani untuk sekadar mengecap rasa sepotong ayam goreng pinggir jalan tanpa rasa bersalah. Bersama Bintang, Karenina merasa menemukan celah pintu yang terbuka. Namun, kebebasan itu tidak pernah datang dengan cuma-cuma. Bintang memang meminjamkan sayap, tapi pria itu tidak datang sendirian. Ia membawa beban di punggungnya. "Aku tidak punya apa-apa, Nin. Selain jalanan panjang dan sebuah kebebasan. Tapi setidaknya, bersamaku, kamu tidak perlu mengenakan topeng siapa pun." - Bintang Perselingkuhan ini bukan tentang ranjang. Ini adalah sebuah pemberontakan hati yang sedang sekarat-perjalanan panjang untuk mengeja ulang makna cinta dan menemukan kedamaian yang jujur. Karena pada akhirnya, tak ada hati yang benar-benar bersalah, sebagaimana tak ada hati yang sepenuhnya suci. Setiap hati punya luka, tapi setiap hati juga punya penawarnya sendiri. Dan Karenina... ia menemukan arti itu dalam langkahnya; bermula dari dinginnya dinding kemewahan Jakarta, hingga ke heningnya lembah Bhutan, kemegahan Himalaya, dan sakralnya cahaya purnama di Taj Mahal.

More details
WpActionLinkContent Guidelines