#1 GARIS TAKDIR

#1 GARIS TAKDIR

  • WpView
    Leituras 123
  • WpVote
    Votos 18
  • WpPart
    Capítulos 2
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização qui, out 22, 2020
Bercerita tentang perjuangan Rinjani dalam menghadapi hidup ditengah masyarakat, disaat ia harus hidup sendiri sejak usia 14 tahun karena kedua orangtuanya telah pergi menemui sang pencipta lebih dulu. di kehampaan hidupnya malaikat kecil hadir dan itu membawa kebahagiaan dan mengisi kekosongan hidup Rinjani, pagi itu ia menemukan bayi ditempat pembuangan, dan disaat itu pula gunjingan-gunjingan bahkan hinaan dari orang-orang sering didengarya. Reiki harus mengorbankan masa mudanya demi fokus belajar dan memenuhi harapan orangtuanya menjadi pebisnis, dikarenakan sang kakak kabur keluar negeri demi menggapai impian menjadi dokter. Dan bagaimana takdir mempertemukan. #1
Todos os Direitos Reservados
#739
vrene
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Complete (END)
  • Don't Talk About Money
  • Save Your Tears [JINRENE] √
  • Kau Akan Temukanku Digaris terdepan
  • Love Contract (VRene) [END]
  • Apa Salah Ku? [TIDAK DI LANJUTKAN]
  • Miss irene
  • Star Of The Life
  • I Want You To Be Happy

"Ya, kau tidak punya mata? Lihat, buku ku jadi kotor!" Sosok yang sedang membersihkan seragamnya tersentak kaget mendengar pekikan tersebut. Matanya berkedip tidak percaya. Heol, jelas-jelas dia yang korban disini. Mengapa jadi dia yang di salahkan? Memberanikan diri, dengan perlahan dia menatap gadis bertopi di hadapannya itu. Seketika gadis berseragam sekolah itu menelan salivanya susah payah mendapati tatapan tajam di balik kacamata hitam tersebut, seakan siap menerkamnya saat ini juga. "J-jongsahamnida. Nde, aku yang salah," Yeri membungkuk dalam. Hanya cara ini yang terpikirkan olehnya. Yap. Gadis itu adalah Yeri baru saja pulang sekolah. Dia memutuskan untuk membeli minuman susu di tempat favoritnya sebelum pulang ke rumah. Tapi malah berakhir seperti ini. Joohyun menggeram kesal sambil melepas kacamatanya, mencoba menahan amarahnya yang siap meledak. "Aish, bisa-bisanya kau membuat ku kesal seperti ini," Hari pertamanya di kota kelahirannya saja sudah di sambut dengan hal seperti ini. Bagaimana kedepannya nanti?

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo