Flowerez - Snowdrop | Nara Shikadai
  • Reads 584
  • Votes 58
  • Parts 3
  • Reads 584
  • Votes 58
  • Parts 3
Complete, First published Sep 22, 2020
Aroma bunga dan tanah berpadu menyerang indra penciumanku, bibirku mengulas senyum tanpa mengetahui mana alur membawaku.

.

Kau tidak memiliki warna mewah sebagai mahkotamu, tetapi wajahmu begitu menyinarkan keistimewan dirimu. Kau tidak pernah menengadah untuk memandang langit seperti yang kusukai, tetapi kau seperti selalu mengharapkan kau mampu melakukan itu. Kau terlihat layu dan tak bernyawa, kala itu aku ingin memeluk dan mengelus punggungmu pelan.

Kau mirip snowdrop. Bunga tanpa mahkota mewah dan selalu menghadap ke bawah. Kau mirip dengannya kala itu, tetapi aku mengharapkan kau bisa sepertinya. Mekarlah dengan kemurnian meski kau bukan bunga penuh warna. Jadilah bunga pemberi tanda musim semi pada setiap orang hati yang membeku di musim dingin.

.

Boruto Next Generation © Ukyo Kodachi
Hatake Miyako © @Swanrovstte_11
Flowerez Collab © @Swanrovstte_11
Hydrangea's story © @Swanrovstte_11
Cover edit © @RainAlexi123
All Rights Reserved
Sign up to add Flowerez - Snowdrop | Nara Shikadai to your library and receive updates
or
#97charaxoc
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 9
Dosa Ku cover
antagonis wife [TERBIT] cover
Fiction -sungjake✔ cover
He Fell First and She Never Fell? cover
Second Best [ RONY X SALMA ] cover
Kesayangan Bunda cover
After Graduation cover
ELIO RILEY SERGEYEV cover
Stars Behind the Darkness (End) cover

Dosa Ku

55 parts Ongoing

Liu Qiaqio, Permaisuri Dinasti Jin, telah menyerahkan hati, jiwa, dan raganya untuk sang kaisar. Dia mencintainya dengan sepenuh hati hingga merasa lelah, tetapi sang kaisar yang dingin hanya memiliki mata untuk satu orang, dan orang itu bukanlah dirinya. Kehangatan di mata kaisar saat memandang orang itu tidak pernah menjadi miliknya, kelembutan suara kaisar saat berbicara dengan orang itu tidak pernah ditujukan padanya, bahkan hingga ajal menjemput. "Apa salahku sehingga kau membenciku sejauh ini? Apa aku telah melakukan kesalahan sehingga kau memandangku dengan begitu hina? Apakah mencintaimu adalah dosa yang begitu besar?" tanyaku dengan lemah. "Dosamu adalah mencintai seseorang yang seharusnya tidak kau cintai," jawabnya dingin. 'Dia benar, aku telah menghabiskan terlalu banyak cinta untuknya hingga aku tidak punya sisa cinta untuk anak-anakku, untuk mereka yang benar-benar peduli padaku. Jika aku diberi satu kesempatan untuk menebus semua itu, aku akan menghabiskan seluruh hidupku melakukannya,' pikirku sembari menutup mata dan menyambut kematian. Atau begitulah pikirku.