Aletheia Agape

Aletheia Agape

  • WpView
    Reads 64
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 23, 2023
WpInfo
Fiction
Fantasy
Canggung. Lelaki itu baru saja melakukan hal konyol didepan pelayan. Sekarang ia rasa ada suatu mengganjal dan ingin menenggelamkan diri di lautan. "Kalian lancang sekali, memasuki ruanganku tanpa mengetuk." Sarkasanya, alibi untuk menahan malu. Salah satu pelayan itu menundukkan kepalanya dengan mata menatap lantai. "Maafkan saya pangeran." Davin mengedikkan bahunya, acuh. Jantungnya berdebar tidak karuan. "Hm" "Kita hanya mengantar ini." Ujar pelayan satunya. Ketus dan tidak sopan. Pangeran mengedarkan pandangannya, beralih memandang gadis itu dengan senyum yang---aneh. Antara malu dan marah. "Kembalilah." Kedua pelayan itu melangkahkan kaki sejajar, selangkah lagi menghilang dari pintu kayu dengan motif arsitektur yang berkelas itu. "Kecuali kamu, gadis berambut emas."
All Rights Reserved
#566
destiny
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Perfect Bouquet
  • Love that grows in the kingdom
  • The Exiled Queen (TAMAT) √
  • INCANTO (Tamat)
  • The Veil of the Elf Prince [ON GOING]
  • The Salem Princess (End✔️)
  • The Nastira
  • The light of dandelion
  • Va in Soarta ✓ [TERBIT]

#1 Historicalfiction (19/06/2021) Disclaimer: Kerajaan, adat dan semua yang ada di dalam cerita ini murni hanyalah imajinasi dari penulis dan tidak bermaksud menyinggung pihak mana pun. φ Blurb: "Tapi untung juga sih lo cuma seorang pangeran, bukan pangeran mahkota-nya," kata Tatjana kepada sahabatnya ini. "Kenapa kalau gue pangeran mahkota?" "Kalau lo pangeran mahkota, mana bisa lo menjadi temen gue?" kata Tatjana enteng. "Lo gak pernah mempelajari silsilah keluarga kerajaan yang ada di negara lo sendiri, ya?" tanya Derish menahan senyumannya. Tatjana mendengus lalu membalikkan tubuhnya dari cermin untuk menatap wajah Derish. "Males banget. Pangerannya aja kuno kayak lo. Apalagi yang harus gue cari tahu coba?" Derish tersenyum karena kata-kata yang baru saja Tatjana ucapkan. Raden Tarendra Derish Adiwignyarga tersenyum, Tatjana jelas sama sekali tidak tahu arti dari gelar Drastha yang ada di depan namanya, yang hanya digunakan jika ia sedang berada di dalam kerajaan. φ

More details
WpActionLinkContent Guidelines