Love Revolution

Love Revolution

  • WpView
    Reads 8,363
  • WpVote
    Votes 673
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Dec 8, 2020
Ketika saat saat kamu merindukan orang yang benar benar kamu kagumi bahkan kamu sendiri tidak sadar , bahwa kamu mencintai nya . Walaupun gila rasanya orang yang telah meninggal dunia berpuluh puluh tahun yang lalu bisa berdiri sekarang tepat di hadapan Adelia Anastasya . "ini ga mimpi kan? ini serius ? ko bisa sih? apa Adel halu?" Orang yang Adelia kagumi bahkan Adelia mencintai nya adalah Pierre Andries Tendean . Sang pahlawan Revolusi . gimana kelanjutannya yaaa? Salah satu pahlawan Revolusi Pierre Andries Tendean , yang gugur pada saat G30SPKI , bisa datang ke masa depan?! . Cerita ini hanyalah fiktif belaka. Tidak menyinggung siapapun . Mohon pengertiannya 🤗🙏 happy reading ✨ don't forget Vote and comment yaa
All Rights Reserved
#3
loverevolution
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PATRIOT DARI BUMI PANORAMA √ TAMAT
  • Once Upon a Time 'Since 1965'
  • Persit Untuk Kapten
  • KISAH YANG BELUM USAI | PIERRE TENDEAN ✔️ [REVISI]
  • Me, the Adjutant's Lover (Pindah ke Karyakarsa)
  • 𝕻𝖆𝖘𝖙 𝕺𝖗 𝕱𝖚𝖙𝖚𝖗𝖊 1965 𝖔𝖗 2025.
  • Di Balik Seragam Ayah
  • Since 1965 [Pierre Tendean]
  • After Meet You ✔
  • Ketika Cinta Memanggil (SUDAH TERBIT)

Terinspirasi dari kisah cinta dan patriotisme salah seorang pahlawan Revolusi Indonesia, Kapten Czi Pierre Andries Tendean. cerita ini hanya fiktif belaka. Ada beberapa bagian yang tidak sesuai dengan kenyataannya. Sumber penulisan perjalanan karir Kapten Czi Pierre Tendean selama hidupnya diambil dari Buku Biografi asli Kapten Czi Pierre Tendean berjudul : SANG PATRIOT Kisah Seorang Pahlawan Revolusi. Cover by: Ihsan Art. _____________ "Memangnya ramalan apa yang dibicarakan Mas Soeseno tadi, Mas?" Tanya Rukmini pada Pierre saat perjalanan pulangnya mengantarkan gadis itu kembali ke rumahnya. Pierre tertawa lalu menatap pujaan hatinya. "Ramalan iseng jaman taruna dulu. Hanya permainan, Min. " jawab Pierre. Rukmini diam tapi kemudian kembali menatap Pierre. "Memangnya apa kata ramalannya?" Tanya Rukmini. Pierre menoleh sejenak dengan senyum manisnya. Tidak menduga jika Rukmini penasaran dengan ramalan iseng yang pernah dilakukan Pierre bersama dengan beberapa orang temannya. "Kami iseng main jailangkung dan bertanya pangkat apa yang bisa kami capai dan ramalan tentang saya, katanya Pangkat saya sampai Kapten. " Pierre kembali tergelak saat mengingat kegiatan konyolnya bersama teman temannya dulu. Rukmini tersenyum menatap Pierre. "Saya jadi pahlawan pun saya rela, asalkan bisa mengabdi untuk negara, " Lanjutnya. Rukmini menatap Pierre yang nampak tersenyum bangga. Gadis itu memberanikan diri untuk menyentuh tangan Pierre dan menggenggam nya. Membuat Pierre berjengit kaget lalu tersenyum kemudian. "Mimin ingin menggenggam Mas lebih lama. Ingat, Mas bukan anak dewa, nyawa Mas cuma satu dan harus dijaga, " ucap Rukmini seraya tersenyum. nada suaranya terdengar begitu lembut. Pierre membalas genggaman kekasihnya itu dan meletakkan tangan Rukmini di depan dada bidangnya. "Mimin tidak perlu khawatir, Mas akan selalu ada untuk Mimin. " (*) ________________

More details
WpActionLinkContent Guidelines