Together

Together

  • WpView
    Reads 62
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadComplete Mon, Sep 28, 2020
"Hei ! Alu?!" pekik mereka. Permainan berhenti seketika. Pak Rendra berlari kearahnya dan menghadang Alu untuk pergi. Alu sudah merasa kesakitan, sesak, jantungnya tertekan sesuatu, dia juga pusing, kakinya mulai keram, dia berjalan pincang dengan perlahan. Pak Rendra terus memarahinya karena sikapnya yang cukup tidak wajar sebagai murid. "Alu... Setelah ini ikut saya keruang konseling" ucap pak Rendra tegas. Alu mendorong badan pak Rendra pelan sembari berjalan dengan susah payah, dia sesak napas sembari menekan dadanya, mata pak Rendra mebesar menatap Alu yang kesakitan. "Alu?!" John datang terengah-engah dan masuk dalam kerumunan dan mendorong badan pak Rendra kasar. John mengangkat Alu kedalam pelukannya dan membanru menenangkannya dengan menyamakan irama detak jantung mereka, John berbisik sesuatu yang dapat membuatnya merasa tenang.
All Rights Reserved
#68
john
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • arsen
  • Sky, Pacaran Yuk! (Segera Terbit)
  • PERLINA
  • Maaf, Dara.
  • The Cupu Is A Doll
  • Taruhan [END]
  • Aishiteru
  • Kamu
  • Rena
arsen

Gadis itu tak henti menangis di atas kasur yang entah milik siapa. Ahh bukan gadis, lebih tepatnya wanita. Hatinya terasa hancur melihat keadaannya saat ini. Badan polosnya tanpa busana ditutupi oleh selimut tebal dan apa ini? Seorang pria yang sangat ia kenali sedang tidur di sampingnya. Ia lupa apa yang terjadi padanya dan pria tersebut. Aldara Belvyah Desmon. Yaa itu adalah dara. " hiks..hiks...." suara nya sudah mulai parau karna terlalu lama menangis. Walau dara sudah lama menangis tapi pria di sampingnya tak merasa terusik sedikitpun. " arsen..hiks..." cicitnya memanggil seseorang yang tidur di sampingnya, namun pria itu tak berkutik. Itu Arsenio Adnan Cakrapati, pria famous disekolahnya dan sekaligus sekolah dara. " ARSENN...." pekiknya sembari memukul arsen. Arsen mengerang karna merasa tidurnya di ganggung seseorang. Ia menguap dan mengucek matanya yang masih di serang oleh kantuk. Perlahan arsen membuka mata dan terkejut melihat ada seorang wanita di apartemennya. namun tetap saja ekspresi yang di tunjukan arsen datar seperti tembok. Sungguh pandai sekali pria ini menyembunyikan ekspresinya. " LO APAIN GUA SEMALEM HAA?.. HIKS..." tanya dara memekik di posisinya sembari menutup tubuhnya yang polos. Arsen hanya diam menatapnya dan memperlihatkan ekspresi yang tetap datar, namun matanya mengisyaratkan ke khawatiran yang amat dalam. Arsen juga bingung apa yang telah terjadi antara mereka. hayoo mau Taukan kelanjutan ceritanya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines