Schicksal

Schicksal

  • WpView
    Reads 14
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Aug 10, 2023
"Lo itu cuma hama yang nyusahin hidup gue!" Bentak Kaisar pada gadis manis di depannya. Cowok itu sedang naik pitam dan sang gadis paham akan hal itu. Della. Gadis itu masih membisu. Tidak ada satu kata pun keluar dari bibir ranumnya. Perkataan yang keluar dari bibir lelaki favoritnya benar-benar membuat dirinya terpaku. Bahkan ia tidak pernah membayangkan seorang Kaisar mengatakan kata-kata menusuk itu dengan serius. Della menghela napas. Kata-kata Kaisar itu terus berkecamuk di dalam otaknya. Sejenak ia terdiam. Sepersekian detik kemudian sang gadis menghela napas lagi. "Hah... maaf Kai." Hanya itu yang Della ucapkan. Gadis itu langsung membalikkan badan dan pergi meninggalkan tempat berpijaknya.
All Rights Reserved
#50
della
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • KAISAN ; Yang Tenggelam Di Lautan Lara
  • BarraKilla
  • Bad and Good
  • Transmigrasi Adella
  • figuran tranmigrasi (ON GOING)
  • DIA YANG TERBUANG
  • Casela (Tidak Lanjut)
  • TRAP!
  • Enough
  • transmigrasi gadis pemalas[END]

[SUDAH GANTI JUDUL] Secara kasat mata, kehidupan Kaisan memang tampak lebih dari baik-baik saja. Hanya saja, yang tidak mereka tahu adalah kenyataan pahit bahwa sebenarnya selama ini Kaisan tenggelam dalam lautan lara, sepanjang hidupnya. Singkatnya, Kaisan sangat kesakitan. Ada suatu titik, dimana Kaisan merasa bahwa ia berhasil berenang keluar dan menyelamatkan diri dari lautan yang terasa gelap dan menyakitkan. Namun, titik yang terlihat cerah itu pun hanya ilusi. Kaisan memang berenang menuju atas tapi ia tak pernah keluar. Ia hanya seolah mengambang diantara lautan dan daratan. Itu...tragis dan menyakitkan. "Gue hancur, gue berantakan, Kas, saat gue tahu, saingan gue bukan perempuan lain, tapi rasa lelah lo sama hidup lo sendiri. Lo yang putus asa dan gak ingin hidup lebih lama, itu saingan terbesar gue Kas."-Kaluna. "Gue kehabisan tenaga, gue udah terlanjur hancur untuk susun lagi puing hidup gue yang berantakan. Gue, nyerah. Gue gak pernah bisa keluar dari lautan ini. Terlalu sakit, terlalu menyiksa."-Kaisan. "Bagi gue hanya ada dua pilihan, Kaisan. Gue rela, entah itu kita tenggelam bersama atau kita selamat dari lautan itu. Dengan hidup dan mati gue, kalaupun gue gak cukup mampu untuk bebasin lo dari sana, maka gue akan di samping lo. Kita sesak bersama. Tenggelam bersama."-Kaluna

More details
WpActionLinkContent Guidelines