Schicksal

Schicksal

  • WpView
    Reads 14
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Aug 10, 2023
"Lo itu cuma hama yang nyusahin hidup gue!" Bentak Kaisar pada gadis manis di depannya. Cowok itu sedang naik pitam dan sang gadis paham akan hal itu. Della. Gadis itu masih membisu. Tidak ada satu kata pun keluar dari bibir ranumnya. Perkataan yang keluar dari bibir lelaki favoritnya benar-benar membuat dirinya terpaku. Bahkan ia tidak pernah membayangkan seorang Kaisar mengatakan kata-kata menusuk itu dengan serius. Della menghela napas. Kata-kata Kaisar itu terus berkecamuk di dalam otaknya. Sejenak ia terdiam. Sepersekian detik kemudian sang gadis menghela napas lagi. "Hah... maaf Kai." Hanya itu yang Della ucapkan. Gadis itu langsung membalikkan badan dan pergi meninggalkan tempat berpijaknya.
All Rights Reserved
#567
original
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • KAISAN ; Yang Tenggelam Di Lautan Lara
  • RUANG DEPRESI [ END ]
  • ADIKARA ELUSIF (END)
  • transmigrasi gadis pemalas[END]
  • figuran tranmigrasi (ON GOING)
  • Gadis Tteokbokki & Cowok Mochaccino (DITERBITKAN)
  • KIARILHAM【END】
  • BarraKilla
  • Horibble Woman (END)
  • Zeyara: Extraordinary Love In a Novel World

[SUDAH GANTI JUDUL] Secara kasat mata, kehidupan Kaisan memang tampak lebih dari baik-baik saja. Berharta, memiliki teman banyak, dan tidak kekurangan kemewahan. Hanya saja, yang tidak mereka tahu adalah kenyataan pahit bahwa sebenarnya selama ini Kaisan tenggelam dalam lautan lara, sepanjang hidupnya. Singkatnya, Kaisan sangat kesakitan dan jasadnya terus menerus mengambang di lautan lara itu. Ada suatu titik, dimana Kaisan merasa bahwa ia berhasil berenang keluar dan menyelamatkan diri dari lautan yang terasa gelap dan menyakitkan. Namun, titik yang terlihat cerah itu pun hanya ilusi. Kaisan memang berenang menuju atas tapi ia tak pernah keluar. Ia hanya seolah mengapung diantara lautan dan daratan, tanpa pelampung, terombang-ambing bebas. Itu...tragis dan menyakitkan. "Gue hancur, gue berantakan, Kas, saat gue tahu, saingan gue bukan perempuan lain, tapi rasa lelah lo sama hidup lo sendiri. Lo yang putus asa dan gak ingin hidup lebih lama, itu saingan terbesar gue Kas."-Kaluna. "Gue kehabisan tenaga, gue udah terlanjur hancur untuk susun lagi puing hidup gue yang berantakan. Gue, nyerah. Gue gak pernah bisa keluar dari lautan lara ini. Terlalu sakit, terlalu menyiksa."-Kaisan. "Bagi gue hanya ada dua pilihan, Kaisan. Gue rela, entah itu kita tenggelam bersama atau kita selamat dari lautan menyakitkan itu. Dengan hidup dan mati gue, kalaupun gue gak cukup mampu untuk bebasin lo dari sana, maka gue akan di samping lo. Kita sesak bersama. Tenggelam bersama. Asal, gue gak kehilangan lo lagi. "-Kaluna

More details
WpActionLinkContent Guidelines