sebuah pesan egois

sebuah pesan egois

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Sep 23, 2020
WpInfo
Poetry
Ini adalah pesan yang ditulis suka-suka namun dari lubuk hati yang paling dalam mengenai perasaan. Hal-hal yang dikemas oleh cinta sehingga terlihat begitu membahagiakan sebelum akhirnya dihancurkan oleh perasaan yang terlalu mendalam. Lupa bahwa yang mesti dilakukan adalah mencintai bukan menggilai. Diperbudak oleh keadaan dan keinginan sampai pada akhirnya jatuh ke dalam lubang yang digali sendiri. Mencintai bukan menggilai
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rindu Dalam Diam
  • Coretan Literasi Tanpa Dedikasi
  • SUNSHINE
  • Rahasia Rasa (COMPLETE)
  • Wachten / Menunggu [Selesai]
  • Bunga Tak Bernama
  • GAMON (REVISI)
  • Imagination
  • Move On

Ada rindu yang tak pernah benar-benar hilang, meski waktu telah menjelma menjadi tahun-tahun yang panjang. Tentang cinta yang tak pernah sempat diucapkan, tentang harapan yang tumbuh di tengah keheningan, dan tentang perpisahan yang tak pernah benar-benar menjadi akhir. Waktu berjalan. Kami tumbuh. Hidup membawa kami ke arah yang berbeda. Tapi rasa itu... entah kenapa, masih tinggal di sini. Diam-diam. Rapi. Menyakitkan Tapi juga hangat. Aku tidak menunggunya. Aku tidak berharap banyak. Tapi setiap kali mengingat masa lalu, selalu ada satu nama yang muncul lebih dulu. Dan mungkin, inilah caraku mencintai: diam-diam, dari jauh, tanpa mengganggu jalannya hidup siapa pun.

More details
WpActionLinkContent Guidelines