Rintik Dua Benua

Rintik Dua Benua

  • WpView
    Reads 40
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Oct 1, 2020
Bukan Cerita romantika,ketika cowok dan cewek sama-sama punya rasa. Ini merupakan pencapaian terbesar oleh Azrinas Fiela. Cewek SMA berkerudung yang diberikan tantangan oleh Cowok yang selalu menghalang upaya hal agar tak dapat lolos darinya. Namun yang ditemuinya bukanlah jalan keluar melainkan masalah lain. Tantangan yang berlawanan dengan kebiasaannya itu tentu membuatnya berpikir seribu kali. Ia menginginkan seseorang yang tak mungkin untuk dijangkaunya dengan harap dapat membantu menyelesaikan tantangannya. Hingga, Rintik yang menyadarkan pada dua benua yang saling berselisihan. Namun, disitulah ia mengerti kepada Sang Maha Penentu takdir terhadap jalannya yang kerap bergelincir untuk teguh menemui sang pengagum rintik air Tuhan
All Rights Reserved
#4
remajamuslimah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Janji Yang Tidak Terucap
  • Geo&Gia [END]
  • CEZALINE
  • Mari Saling Bicara
  • ZAWIL
  • Takdir yang tak berpihak ( Versi Revisi)
  • Menyimpan Rasa (END)
  • MIRACLE

Azzam dan Khayla adalah dua siswa SMA yang dipertemukan dalam satu kelas. Azzam, siswa baru yang gagah, cerdas, dan penuh wibawa, datang dengan masa lalu yang tidak banyak diketahui orang. Sementara Khayla, siswi aktif yang penuh kelembutan, dikenal dengan kebaikan dan prinsip kuatnya. Dalam keseharian mereka, tumbuh rasa yang tak pernah benar-benar terucap. Bukan karena tak berani, tapi karena mereka memilih menjaga batas dan kehormatan. Di tengah kedekatan dan diam-diam saling mendoakan, takdir memisahkan mereka setelah lulus. Tak ada janji, tak ada salam perpisahan, hanya kenangan dan nama yang terus hidup dalam doa. Bertahun-tahun kemudian, mereka dipertemukan kembali dalam situasi yang jauh berbeda. Akankah mereka berani mengungkapkan perasaan yang dulu hanya menjadi janji dalam hati? Ataukah semuanya sudah terlalu terlambat? "Karena cinta yang dijaga, tak selalu harus diucap. Kadang cukup dipanjatkan, dalam diam, di antara sujud dan langit."

More details
WpActionLinkContent Guidelines