We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
About Feel

About Feel

  • WpView
    Reads 188
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Oct 1, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Semuanya berawal dari sebuah sandiwara 'Demi Bunda'. Berlanjut dengan 15 peraturan yang membuat gadis itu terkekang. Perlahan, rasa benci tumbuh subur di hati sang gadis. Namun, disisi lain, pria yang mengawali semua sandiwara ini terjerembab ke dalam sebuah rasa yang dia sendiripun tak tahu jelas rasa apa yang sedang dia rasakan saat ini. Kisah ini tentang rasa. Perbedaan rasa yang muncul dari sebuah sandiwara. Lantas akankah kisah mereka berakhir indah? Atau malah sedih? Mari ikuti alur ceritanya:) Updatenya gk teratur, bisa kapanpun ya, setia aja nunggu aku update okey? Start : Kamis, 24 September 2020
All Rights Reserved
#58
pemaksaan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Memories in Moon
  • Tameng
  • Grafi [End]
  • Crazy Girl (Hiatus)
  • About Us [On-Going]
  • TANTAN ; with you [ ON GOING ]
  • RAJAWALI
  • SENJA (Revisi 2023)
  • Pangeran Kelas
  • FIZYA

Gadis ini menundukkan kepala membiarkan kucuran air membelai surainya. Hujan terus menggiringku untuk bermimpi, takala ia terus menyusuri tubuhku dari rambut, hingga ujung kaki. Aku hanya diam, air ini sedikit membuat ku tenang. Aku takut, aku gelisah. Aku ingin berteriak memaki keadaan. Memaki diriku. Hujan, akan kah dirimu marah jika ku maki dengan isak ku? Akankah dirimu menerima rasa takut ku? Trauma ku? Semua kegelisahan ku? Rasa tidak percaya ku akan diri ku sendiri? Adakah yang bisa menerimaku? Bulan, jika kau jadi aku, akankah tetap setegar dirimu? Apakah hujan adalah wujud kekecewaan mu pada diri sendiri? Apakah awan yang menutupi mu adalah caramu untuk menghilang? Akankah menghilang adalah wujud lelah mu? Bersembunyi dibalik awan, apakah itu bentuk ketakutan mu seperti aku takut menghadapi kenyataan? Boleh aku jadi dirimu? Jarang di lihat mata, di nanti sebelum purnama namun di sukai saat sempurna. Bulan, pernah kah kau takut akan cacian manusia yang begitu kejam? Bahkan, bintang yang dapat kau gapai bisa saja mencela mu. Rambu dari mereka selalu menusuk nurani. Hilang akal ku, hilang kepercayaan ku. Masih normalkah jika ku bilang ingin menghilang? Masih terimakah kau jika ku bilang mereka harus lenyap?

More details
WpActionLinkContent Guidelines