Ada Apa Dengan Jay? [TAMAT]

Ada Apa Dengan Jay? [TAMAT]

  • WpView
    Reads 2,559
  • WpVote
    Votes 519
  • WpPart
    Parts 32
WpMetadataReadComplete Wed, Oct 28, 2020
"Katanya kalau kita hidup di pasar jodohnya bakal sama orang pasar juga, seperti penjual dan pembeli. Begitulah selintingan yang pernah kudengar, dan aku membuktikannya. Menggeluti dunia kepenulisan, bertemu dan banyak belajar dari laki-laki itu, aku tak pernah menyangka akan menikah dengannya. Ya, kami akan menikah. Ah, bahagianya aku!" -Via Maulvi Alfanisa "Menyukai desain membuatku memasuki dunia kepenulisan. Menjadi freelance descover tidak melelahkan, tetapi membosankan. Sampai suatu hari bertemu dengan wanita yang menggodaku dan menjadikan suasana lebih hidup. Namun, keegoisanku membawanya masuk ke duniaku. Mengajaknya menikah tanpa cinta? Persetan dengan rasa bersalah!" -Abyaz Jayantaka ¥ Cerita ini diikutsertakan dalam One Day One Chapter with Hwarien Batch 4
All Rights Reserved
#890
adult
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Prenuptial Agreement
  • IDOL KU TERNYATA JODOH KU [RAFAEL STRUICK] *{END}*
  • Informed Consent
  • Pernikahan Rahasia, Shut! (TAMAT)
  • Kamu
  • Dalam Dekapan Sang Malaikat
  • The Fault
  • Reputation Rescue
  • Solace [Tamat]
  • MY CEO WIFE (COMPLETED)

"Tya, kapan kamu akan menikah?" tanya sang ayah. "Nanti, Yah, kalau sudah ada jodohnya," jawaban ringan itu yang selalu menjadi andalan Adistya. "Iya kapan?" tanya kembali ayahnya yang sepertinya tak sabar menginginkan sang putri untuk segera menikah. "Sabar kali, Yah, toh jodoh gak akan ke mana." "Jodoh memang tidak akan ke mana, tapi kalau gak ke mana-mana kapan dapat jodohnya." Kutipan itulah yang selalu ayahnya ucapkan. Membuat Adistya memutar bola matanya bosan. Ayahnya itu gemar menanyakan perihal jodohnya apalagi mengingat usianya yang sudah menginjak angka 27, usia yang sudah cukup matang untuk membina rumah tangga sampai ayahnya gemar sekali mencarikan jodoh yang untungnya tidak pernah berhasil. Adistya lelah begitupun dengan sang ayah, sampai akhirnya sebuah kesepakatan mereka buat untuk perjodohan terakhir Adistya. Kebebasan sudah ada di depan mata, tapi harapan itu harus gagal karena dengan lancangnya kepala Adistya mengangguk mengkhianati hatinya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines